Senin, 23 Desember 2013

Transformasi Jamsostek Menjadi BPJS

http://www.mediaproyek.com/

Telah kita ketahui bersama bahwa mulai 1 Januari 2014, Jamsostek akan transformasi menjadi BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

Dengan telah disahkan dan diundangkannya UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS), pada tanggal 25 November 2011, maka PT Askes (Persero) dan PT (Persero) Jamsostek ditranformasi menjadi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Transformasi tersebut meliputi perubahan sifat, organ dan prinsip pengelolaan, atau dengan kata lain berkaitan dengan perubahan stuktur dan budaya organisasi.

UU BPJS menentukan bahwa PT Askes (Persero) dinyatakan bubar tanpa likuidasi pada saat mulai beroperasinya BPJS Kesehatan pada tanggal 1 Januari 2014. Sedangkan PT (Persero) Jamsostek dinyatakan bubar tanpa likuidasi pada saat berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan, pada tanggal 1 Januari 2014. BPJS Ketenagakerjaan menurut UU BPJS mulai beroperasi selambatnya tanggal 1 Juli 2015 menyelenggarakan prorgam jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian bagi peserta, selain peserta program yang dikelola oleh PT Taspen (Persero) dan PT (Persero) Asabri, sesuai dengan ketentuan Pasal 29 samapai dengan Pasal 46 UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Tranformasi PT Askes (Persero) dan PT (Persero) Jamsostek menjadi badan hukum publik BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan diantarkan oleh masing-masing Dewan Komisaris dan Direksi PT Askes (Persero) sampai dengan mulai beroperasinya BPJS Kesehatan dan oleh PT (Persero) Jamsostek sampai dengan berubahnya PT (Persero) Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan.
TRANSFORMASI SIFAT

Transformasi dari PT (Persero) menjadi badan hukum publik sangat mendasar, karena menyangkut perubahan sifat dari pro laba melayani pemegang saham menuju nir laba melayani kepentingan publik yang lebih luas untuk melaksanakan misi yang ditetapkan dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan pelaksanaannya. Dengan kata lain BPJS pada dasarnya menyelenggarakan program yang merupakan program Negara yang bertujuan memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pasal 5 ayat (2) UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik menyatakan bahwa jaminan sosial termasuk salah satu pelayanan yang termasuk dalam pelayanan publik. Sehubungan dengan itu, dalam penyelenggaraannya berpedoman pada asas-asas kepentingan umum, kepastian hukum, kesamaan hak, keseimbangan hak dan kewajiban, keprofesionalan, partisipatif, persamaan perlakuan/tidak diskriminatif, keterbukaan, akuntabilitas, fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan, ketepatan waktu, dan kecepatan, kemudahan, dan keterjangkauan.

Selain itu secara khusus BPJS menyelenggarakan SJSN, menurut Pasal 2 UU BPJS berdasarkan asas kemanusiaan yang terkait dengan penghargaan terhadap martabat manusia. Manfaat yaitu asas yang bersifat operasional yang menggambarkan pengelolaan yang efisien dan efektif, sedangkan asas yang bersifat idiil yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai badan hukum publik pembentukan BPJS berdasarkan UU BPJS. Fungsi, tugas, wewenang, hak dan kewajibannya juga diatur dalam UU BPJS. UU BPJS menentukan bahwa BPJS bertanggung jawab kepada Presiden. Hal ini berbeda dengan Direksi PT (Persero) yang bertanggung jawab kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
TRANSFORMASI ORGAN DAN PRINSIP PENGELOLAAN

Organ BPJS menurut UU BPJS sangat berbeda jika dibandingkan dengan PT (Persero) yang tunduk kepada UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN dan peraturan pelaksanaannya, serta tunduk juga pada UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Organ BPJS ditentukan dalam UU BPJS. Terdiri atas Dewan Pengawas dan Direksi yang diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Jumlah anggota Dewan Pengawas dan anggota Direksi, serta mekanisme seleksinya ditentukan dalam UU BPJS. Sedangkan organ PT (Persero) terdiri atas Direksi, Komisaris dan Dewan Pengawas yang di angkat dan diberhentikan oleh RUPS yang mekanisme seleksinya ditentukan dalam Peraturan Pemerintah.

Tugas dan wewenang Dewan Pengawas dan Direksi BPJS diatur dalam UU BPJS, sedangkan tugas dan wewenang Direksi, Komisaris dan Dewan Pengawas diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Prinsip pengelolaan BPJS dilaksanakan berdasarkan 9 prinsip penyelenggaraan jaminan sosial, yaitu kegotongroyongan, nir laba, keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, portabilitas, kepesertaan bersifat wajib, dana amanat dan hasil pengelolaan Dana Jaminan Sosial dipergunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan untuk sebesar-besar kepentingan peserta. Sedangkan pengelolaan PT (persero) mengikuti prinsip-prinsip yang berlaku bagi Perseroan Terbatas yang pada intinya memaksimalkan kembalian (return) bagi pemegang saham.

PT Askes (Persero) dan PT (Persero) Jamsostek dari sekarang harus mempersiapkan diri untuk melakukan perubahan struktural, mekanisme kerja dan perubahan kultur organisasi masing-masing, secara terarah dan terencana, agar target waktu yang ditentukan dalam UU BPJS dapat dipenuhi.

Dengan beroperasinya BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan cakupan semesta kepesertaan jaminan sosial dan pemberian manfaat yang lebih baik kepada peserta dan anggota keluarganya dapat diwujudkan dalam rangka memenuhi hak konstitusional penduduk atas jaminan sosial.



Rp. 24 Miliar Bangun Sarana Stasiun Ngrombo Jadi Stasiun Besar


Grobogan - Stasiun Ngrombo akan naik status, dari stasiun kelas II menjadi stasiun besar. Untuk itu, Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan telah menggelontorkan dana Rp. 24 miliar untuk membangun sarana pendukung stasiun.

Kepala Satker Pengembangan Perkeretaapian Jateng, Hendy Siswanto mengatakan, saat ini Stasiun Ngrombo memiliki kantor baru dengan dua lantai yang posisinya di sebelah barat kantor lama. Lantai dua digunakan sebagai ruang tunggu yang dilengkapi dengan layar informasi jadwal kedatangan kereta.

Selain itu, stasiun yang terletak tepat di pinggir Jalan Solo-Purwodadi ini juga dilengkapi dengan area parkir yang cukup luas. Pembangunan memakan waktu 18 bulan dan akan selesai Desember ini. Setelah itu akan masuk tahap pemeliharaan selama delapan bulan oleh kontraktor.

“Dipilihnya Ngrombo sebagai stasiun besar karena letaknya yang strategis dan mudah diakses oleh masyarakat. Kedepannya stasiun ini juga akan dilengkapi dengan ruang workshop,” kata Hendy. Terpisah Kepala Stasiun Ngrombo, Suparmin mengatakan setelah naik derajat menjadi stasiun besar maka semua kereta api ekonomi, bisnis dan eksekutif dari Surabaya-Jakarta dan sebaliknya akan menaik turunkan penumpang di Stasiun Ngrombo. Sementara untuk saat ini, hanya ada empat kereta yang menaik turunkan penumpang di Ngrombo. Yakni, KA Harina tujuan Surabaya-Bandung, Blora Jaya 1 tujuan Semarang Poncol- Bojonegoro, Blora Jaya 2 tujuan Semarang Poncol-Cepu dan Cepu Ekspress tujuan Semarang Poncol - Cepu.



Minggu, 22 Desember 2013

Lowongan Kerja || Project Manager


Project Manager
PT. Shinnetsko Prima
Jl. Muara Baru, Jakarta Utara
Jakarta, Indonesia

Responsibilities :
  • Mengatur perkembangan proyek dari tahap inisiasi, perencanaan, eksekusi, pengendalian, penyelesaian dan evaluasi.
  • Menyiasati pengontrolan proyek dari awal hingga selesai sesuai dengan budget, spesifikasi dan waktu.
  • Melacak, menyusun dan menyediakan laporan project milestones dan status proyek.
  • Melakukan manajemen resiko : proses dari identifikasi resiko, penilaian resiko, pencegahan, pemantauan dan evaluasi.

Requirements :
  • Usia maksimal 35 tahun.
  • Pendidikan minimal S1.
  • Pengalaman dibidang Manajemen Proyek minimal 1 tahun.
  • Memahami sistem kerja dan metode kerja bidang konstruksi.
  • Memahami prosedur pelaksanaan proyek.
  • Mampu menunjukkan kepemimpinan dan membina kerja sama dalam team.
  • Memiliki kemampuan manajemen, analisis, komunikasi dan diplomasi.

Company Overview :
PT. Shinnetsko Prima adalah Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi baja, yang saat ini kami membutuhkan dengan segera kandidat - kandidat profesional untuk bergabung dan berkembang bersama team kami.

Closing Date :
17 Januari 2014.


Kirimkan segera CV + foto ke alamat email :
shinnetsko.recruit@gmail.com



PNPM Susukan Kab. Semarang Realisasikan Proyek Rp 1,15 M


Kabupaten Semarang - Proyek-proyek yang telah direalisasikan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat mandiri (PNPM) di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang senilai Rp 1,15 miliar untuk tahun 2013, diresmikan.

Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai desa dengan bentuk penyediaan sarana masyarakat. Peresmian proyek-proyek PNPM di wilayah Susukan tersebut dilakukan oleh Bupati Semarang Mundjirin yang dipusatkan di Desa Ngasinan, Susukan, Kamis(19/12). Di desa itu dibangun poliklinik desa melalui PNPM.

Hadir dalam peresmian di antaranya Kepala Bapermasdes Kabupaten Semarang Yosep T, Wakil Ketua DPRD Sulistiyowati dan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Ahsin Mahruf.

Badan Kerja Sama Antar- Desa (BKAD) Susukan, Nur Khirudin didampingi ketua Unit Pengelola Kegatan (UPK) PNPM Susukan, Ahmad Amin mengatakan, selama tahun 2013 ini PNPM Susukan mendapatkan alokasi dana dari pusat sebesar Rp 1,15 miliar. Dana sebesar itu telah diwujudkan dengan proyek di 13 titik yang tersebar di berbagai desa.

”Sebenarnya alokasi anggaran ini masih kurang untuk menunjang kebutuhan sarana masyarakat di Susukan. Tetapi memang jatahnya sejumlah itu maka kami alokasikan sesuai prioritas, ” katanya. Menurutnya, tidak semua desa yang ada di susukan ini mendapatkan proyek dari PNPM. Proyek-proyek yang dibangun merupakan proyek sarana kebutuhan yang mendesak.

”Mekanisme pembangunan di PNPM ini merupakan usulan dari setiap desa. Tidak semua usulan kami terima karena anggaran terbatas. Setidaknya ada 26 usulan dan baru 13 yang bisa direalisasikan,” tuturnya. Sejumlah proyek yang direalisasikan di antaranya talud jalan, rabat beton, sarana air bersih, gedung poliklinik desa, dan rehab jembatan.

Ketua komisi B DPRD Kabupaten Semarang, Ahsin Makruf mengatakan, pihaknya menyanyangkan proyek-proyek yang seharusnya bisa didanai Pemkab, seperti Poliklinik Desa tetapi dikerjakan pula PNPM. Seharusnya PNPM mengerjakan sarana lain yang mendesak yang tidak terjangkau dinas terkait. ”PNPM tidak salah tapi kurang efektif. Seharusnya saat musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), perwakilan PNPM dilibatkan,” kata politisi PAN ini. Bupati Semarang Mundjirin menekankan masyarakat untuk menggali potensi di daerahnya masing-masing. Misalnya, desa tertentu memiliki keunggulan kerajinan atau makanan olahan harus dimaksimalkan untuk menambah pendapatan warga.



Tahap Pemasangan Bekisting

Pada kesempatan yang lalu telah dibahas tentang Pengertian Bekisting dan Jenisnya. Pada kesempatan kali ini pembahasan akan kita lanjutkan tentang tahap pemasangan bekisting.

Pada pekerjaan bekisting, khususnya bekisting plat dan balok biasanya dilakukan pekerjaan perancah. Pekerjaan perancah dilakukan untuk mendukung perencanaan pembuatan bekisting balok dan pelat. Pertama-tama yang harus dilakukan sebelum mendirikan scaffolding adalah memasang jack base pada kaki untuk memudahkan pengaturan ketinggian, setelah itu baru dapat disusun dan disambung antara yang satu dengan lainnya menggunakan joint pin, dan bagian atasnya dipasang U-head untuk menjepit balok kayu yang melintang.

http://www.mediaproyek.com/
Gambar pendirian scaffolding
Pekerjaan bekisting dilakukan setelah pekerjaan pembesian. Hal tersebut berlaku pada pekerjaan pembuatan kolom. Sedangkan pada pembuatan balok dan pelat, bekisting terlebih dahulu dikerjakan. Bekisting memiliki fungsi dalam bangunan untuk membuat bentuk dan dimensi pada suatu konstruksi beton, dan mampu memikul beban sendiri yang baru dicor sampai konstruksi tersebut dapat dipikul seluruh beban yang ada.

Pelaksanaan pekerjaan bekisting pada pembuatan balok baru dapat dilakukan setelah pekerjaan perancah selesai. Bekisting yang dibuat adalah bekisting balok, pelat, dan kolom. Petama-tama yang harus dipersiapkan sebelum pembuatan bekisting adalah plywood 12 mm, dan balok kayu 8/12 dan 5/7 yang telah dipotong-potong sesuai kebutuhan. Kemudian balok kayu dan plywoood tersebut dihubungkan dengan paku, sehingga membentuk dimensi balok yang direncanakan. Balok kayu 8/12 digunakan untuk dudukan bekisting balok pada bagian atas scaffolding. Rangka dan penopang bekisting menggunakan kayu 5/7 yang dipaku, kemudian plywood yang sudah dipotong dipaku ke rangka tersebut.

http://www.mediaproyek.com/
Gambar pekerjaan bekisting balok

http://www.mediaproyek.com/
Gambar pemasangan bekisting pada balok
Pembuatan bekisting pelat dimulai dengan persiapan. Bahan yang harus dipersiapkan adalah plywood 9 mm dan balok ukuran 5/7, 4/6 atau sejenisnya. Pertama-tama yang harus dilakukan untuk memulai pembuatan bekisting pelat adalah memasang multispan yang berpegangan pada bekisting balok. Kemudian plywood yang telah dipotong-potong diletakkan di atas balok dan disusun dengan rapi dan rapat agar tidak bocor.

http://www.mediaproyek.com/
Gambar tampak bawah bekisting pelat


http://www.mediaproyek.com/
Gambar tampak atas bekisting pelat
Bekisting pada kolom menggunakan plywood 12 mm, baja sebagai penguaat, dan rangka besi siku yang dirancang untuk plywood. Rangka besi siku yang telah dipasang plywood didirikan, lalu antara rangka yang satu dengan yang lainnya dihubungkan menggunakan baut. Bekisting tersebut diberikan sokongan samping menggunakan baja ukuran 5/7.

http://www.mediaproyek.com/
Gambar bekisting kolom

http://www.mediaproyek.com/
Gambar pemasangan bekisting kolom

http://www.mediaproyek.com/
Gambar pemasangan core lift
Demikian sedikit ulasan tentang Tahap Pemasangan Bekisting. Terima kasih. 



Sabtu, 21 Desember 2013

Melihat Kemegahan Arsitektur Gereja Blendug Semarang

http://www.mediaproyek.com/

Semarang - Pada Bulan Desember ini, dalam rangka menyambut Hari Raya Natal, kali ini penulis akan posting tentang kemegahan arsitektur Gereja Blendug (Gereja GPIB Immanuel) Semarang yang terkenal itu.

Gereja Blendug Semarang merupakan gereja yang dibangun pada 1753 oleh komunitas orang Belanda di Semarang. Gereja ini merupakan salah satu landmark di kota lama. Nama asli gereja ini adalah Gereja GPIB Immanuel. Lokasinya di Letjen Suprapto No. 32, Kota Lama, dahulu bernama Jalan Gereja atau Kerk Straat. Di sekitarnya juga terdapat sejumlah bangunan lain dari masa kolonial Belanda.

Asal kata blendug sendiri dari bahasa Jawa yang berarti kubah. Nama blendug adalah julukan dari masyarakat setempat yang berarti kubah. Kubah tersebut dilapisi perunggu yang dibentuk oleh usuk kayu jati. Di bawah kubah terdapat lubang cahaya yang menyinari ruang dalamnya. Pada sisi bangunan, Timur, Selatan dan Barat terdapat portico bergaya Dorik Romawi yang beratap pelana.

Perancang awalnya tidak diketahui, namun Gereja ini diperbarui secara drastis oleh arsitek W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde pada 1894-1895. Mereka menambahkan pada akhir abad itu dua buah menara.

Hasilnya, sebuah karya arsitek yang berimbang dengan komposisi sempurna. Pintu-pintu masuknya bergaya klasik dan kubahnya yang besar terbuat dari tembaga sungguh amat indah mengagumkan.

Interiornya juga cantik, dihiasi lampu gantung kristal, bangku-bangku ala Belanda dan kursinya semua masih asli. Lalu ada orgen Barok nan indah, yang sayangnya sudah tidak bisa dipakai (rusak). Bahkan tak ada ahli yang dapat memperbaikinya.

Tangga dari besi cor (lebur) menuju ke orgen Barok itu buatan perusahaan Pletterij, Den Haag. Pintu masuk gerejanya berupa pintu ganda dari panel kayu dengan ambang atas pintu melengkung seperti juga ambang atas jendelanya yang membusur. Ada dua tipe jendela di gereja ini yaitu, pertama, jendela ganda berdaun krepyak, dan kedua berupa jendela kaca warna-warni dengan bingkai.

Di bagian dalam terdapat ornamen yang masih dijaga keasliannya. Terutama adalah ubin lantai yang bewarna-warni, bangku-bangku yang terbuat dari kayu jati, serta mimbar untuk khotbah. Di dalam gereja ini juga Anda dapat melihat daftar nama pendeta yang pernah menjadi kepala pendeta Gereja Blendug dari awal berdirinya hingga saat ini.

Gereja Blendug mampu menampung 400 jemaah, dimana aktivitasnya adalah untuk kebaktian dan acara pemberkatan pasangan pengantin. Gereja Blendug membuka pintu bagi Anda yang ingin berkunjung melihat kemegahan arsitektur peninggalan kolonial Hindia Belanda ini, termasuk juga wisatawan non-Kristiani.

Warisan sejarah tak ternilai harganya ini sungguh sayang kalau tidak terawat dan dilestarikan. Mari kita jaga dan pelihara agar keberadaan Gereja Blendug ini tetap menjadi salah satu ikon Kota Semarang.



Mengenal Lebih Dekat "Magnetic Contactor"

http://www.mediaproyek.com/

Salah satu komponen panel yang sering digunakan dalam panel di proyek kita adalah Kontaktor (Magentic Contactor). Kontaktor (Magnetic Contactor) yaitu peralatan listrik yang bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Pada kontaktor terdapat sebuah belitan yang mana bila dialiri arus listrik akan timbul medan magnet pada inti besinya, yang akan membuat kontaknya tertarik oleh gaya magnet yang timbul tadi. Kontak Bantu NO (Normally Open) akan menutup dan kontak Bantu NC (Normally Close) akan membuka.

Kontak pada kontaktor terdiri dari kontak utama dan kontak Bantu. Kontak utama digunakan untuk rangkaian daya sedangkan kontak Bantu digunakan untuk rangkaian kontrol.

Komponen penting pada kontaktor (Magnetic Contactor), antara lain :
  1. Kumparan magnet (coil) dengan simbol A1 – A2 yang akan bekerja bila mendapat sumber tegangan listrik.
  2. Kontak utama terdiri dari simbol angka : 1,2,3,4,5, dan 6.
  3. Kontak bantu biasanya tediri dari simbol angka 11,12,13,14, ataupun angka 21,22,23,24 dan juga angka depan seterusnya tetapi angka belakang tetap dari 1 sampai 4.

Jenis kontaktor magnet (Magnetic Contactor) ada 3 macam, yaitu :
  1. Kontaktor magnet utama.
  2. Kontaktor magnet bantu.
  3. Kontaktor magnet kombinasi.

Spesifikasi kontaktor magnet yang harus diperhatikan adalah kemampuan daya kontaktor ditulis dalam ukuran Watt / KW, yang disesuaikan dengan beban yang dipikul, kemampuan menghantarkan arus dari kontak – kontaknya, ditulis dalam satuan ampere, kemampuan tegangan dari kumparan magnet, apakah untuk tegangan 127 Volt atau 220 Volt, begitupun frekuensinya, kemampuan melindungi terhadap tegangan rendah, misalnya ditulis ± 20 % dari tegangan kerja. Dengan demikian dari segi keamanan dan kepraktisan, penggunaan kontaktor magnet jauh lebih baik dari pada saklar biasa.

Keuntungan penggunaan kontaktor magnetis sebagai pengganti peralatan kontrol yang dioperasikan secara manual meliputi hal :
  1. Pada penangan arus besar atau tegangan tinggi, sulit untuk membangun alat manual yang cocok. Lebih dari itu, alat seperti itu besar dan sulit mengoperasikannya. Sebaliknya, akan relatif sederhana untuk membangun kontaktor magnetis yang akan menangani arus yang besar atau tegangan yang tinggi, dan alat manual harus mengontrol hanya kumparan dari kontaktor.
  2. Kontaktor memungkinkan operasi majemuk dilaksanakan dari satu operator (satu lokasi) dan diinterlocked untuk mencegah kesalahan dan bahaya operasi.
  3. Pengoperasian yang harus diulang beberapa kali dalam satu jam, dapat digunakan kontaktor untuk menghemat usaha. Operator secara sederhana harus menekan tombol dan kontaktor akan memulai urutan event yang benar secara otomatis.
  4. Kontaktor dapat dikontrol secara otomatis dengan alat pilot atau sensor yang sangat peka.
  5. Tegangan yang tinggi dapat diatasi oleh kontaktor dan menjauhkan seluruhnya dari operator, sehingga meningkatkan keselamatan / keamanan instalasi.
  6. Dengan menggunakan kontaktor peralatan kontrol dapat dipasangkan pada titik-titik yang jauh. Satu-satunya ruang yang diperlukan dekat mesin adalah ruangan untuk tombol tekan.
  7. Dengan kontaktor, kontrol otomatis dan semi otomatis mungkin dilakukan dengan peralatan seperti kontrol logika yang dapat diprogram seperti Programmable Logic Controller (PLC).

Demikian sedikit ulasan tentang Kontaktor (Magnetic Contactor). Semoga bermanfaat.