Tampilkan postingan dengan label Electrical. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Electrical. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Maret 2014

Apa Itu Splitter?

http://www.mediaproyek.com/

Dalam pekerjaan TV, kita mengenal peralatan TV yang bernama splitter. Apa itu splitter? Splitter adalah peralatan yang berbentuk terminal yang berfungsi untuk membagi siaran TV dari satu antena ke beberapa TV.

Splitter mempunyai 1 terminal input dan beberapa output, yang semua outputnya harus terpasang pada TV atau harus terpasang beban berupa resistor 75 Ohm. Apabila ada salah satu beban yang tidak dipasang, maka hasil pembagiannya tidak merata. Sebagai contoh, ada TV yang siaran TV A nya bagus, namun siaran TV C nya jelek. Di TV lain, ada yang siaran TV B nya, jelek dan siaran TV C nya bagus.

Karena sinyal asalnya di split atau dibagi, maka akan ada penurunan kekuatan sinyalnya. Kalau memenuhi persyaratan di atas, maka penurunannya akan merata untuk semua siaran TV tentu dengan asumsi kabel yang digunakan yang bagus. Biasanya untuk mendapatkan siaran TV yang bagus menggunakan kabel 5C-FB yang bermutu bagus dan bukan kabel 3C-2V. 

Untuk posisi splitter dalam perancangan rangkaian paralel TV adalah dari Antena TV turun masuk ke booster, dari booster masuk ke splitter-splitter dan atau directiona coupler-coupler, baru masuk ke TV.

Demikian sedikit postingan tentang apa itu splitter. Semoga bermanfaat.




Jumat, 21 Maret 2014

Prinsip Kerja Lampu TL

http://www.mediaproyek.com/

Pada postingan beberapa waktu yang lalu, telah kita bahas tentang Pengertian dan Karakteristik Lampu Flourescent / TL. Pada postingan kali ini, akan kita lanjutkan tentang pembahasan prinsip kerja lampu TL.

Jika prinsip kerja lampu pijar biasa dan lampu halogen menghasilkan cahaya melalui pemanasan listrik terhadap sebuah filamen sampai menghasilkan panas yang putih, bagian luar lampu pijar dapat mencapai temperatur hingga beberapa ratus derajat, maka lampu TL bekerja dengan prinsip yang berbeda sama sekali.

Lampu TL adalah lampu dengan yang prinsip kerjanya dalam mengubah energi listrik menjadi energi cahaya berdasarkan pada berpendarnya radiasi ultra violet pada permukaan yang dilapisi dengan serbuk fluorescent misalnya jenis phospor. Radiasi ultra violet akan terjadi bilamana elektron–elektron bebas hasil dari emisi elektron pada elektroda bertumbukan dengan atom–atom gas yang terdapat dalam tabung pelepas muatan.

Agar elektroda–elektroda dapat memancarkan elektron, maka perlu bagi elektroda untuk mendapatkan mekanisme pembantu proses tersebut. Pada lampu fluorescent biasa, maka proses emisi elektron ini dilakukan dengan proses pemanasan elektroda–elektroda terlebih dahulu, proses ini dilakukan oleh alat yang kita kenal dengan nama starter (penganjak). Untuk dapat menyala maka lampu tabung fluorescent memerlukan tegangan yang cukup tinggi yaitu kurang lebih 400 Volt, jadi tegangan ini jauh lebih tinggi dari tegangan jala–jala yang tersedia, oleh karena itu fungsi starter selain membantu memanaskan elektroda, juga berfungsi sebagai alat untuk menciptakan tegangan penyalaan bagi lampu.

Jika penyalaan telah selesai dilakukan, arus listrik akan mengalir melalui tabung lampu fluorescent, dan karena tegangan pada starter lebih besar sehingga bimetal pada starter akan terbuka. Oleh karena lampu fluorescent memiliki karakteristik arus – tegangan negatif, artinya tegangan pada lampu akan turun bila arus naik dan sebaliknya tegangan pada lampu akan naik bila arus turun, maka setelah proses penyalaan berlangsung, arus yang lewat pada tabung akan naik sampai tegangan kerja pada lampu tercapai. Tegangan ini jauh lebih rendah dari tegangan jala–jala.

Untuk memelihara tegangan kerja inilah maka pada lampu jenis fluorescent digunakan alat bernama ballast. Fungsi utama dari ballast adalah membatasi besar arus dan mengoperasikan lampu pada karakteristik listrik yang sesuai.

Demikian sedikit ulasan tentang prinsip kerja lampu TL. Semoga menambah wawasan kita dan terima kasih.




Minggu, 16 Maret 2014

Apa Itu Schoen Kabel?

http://www.mediaproyek.com/

Dalam terminasi kabel, kita sering menjumpai aksesoris kabel seperti pada gambar di atas. Gambar di atas adalah schoen kabel. Schoen kabel sering juga disebut sepatu kabel / Cable lug.

Schoen kabel adalah salah satu accessories kabel yang berfungsi untuk penyambungan kabel ke terminal atau panel dengan dibautkan pada bussbar atau panel.

Untuk kebutuhan penyambungan kabel jaringan listrik (Terminasi), Schoen kabel terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
  • Kabel schoen AL (aluminium).
  • Kabel schoen CU (tembaga).
  • Kabel schoen AL-CU (bimetal).
Adapun keunggulan kabel schoen berbahan aluminium adalah sebagai berikut :
  • Aluminium 99,5%.
  • Mudah digunakan.
  • Mendukung hingga 20 kV.
Untuk ukuran kabel schoen yang umum dijumpai di lapangan adalah sebagai berikut :
  • 10mm
  • 16mm
  • 25mm
  • 35mm
  • 50mm
  • 70mm
  • 95mm
  • 120mm
  • 150mm
  • 185mm
  • 240mm
  • 300mm
  • 400mm
Demikian sedikit ulasan tentang schoen kabel /sepatu kabel / cable lug. Semoga bermanfaat.




Selasa, 11 Maret 2014

Stabilizer dan Fungsinya

http://www.mediaproyek.com/

Peralatan listrik yang satu ini mungkin sebagian bagi kita sudah tidak asing lagi. Peralatan ini biasa digunakan bagi komputer, kulkas, dan peralatan elektronik rumah tangga lainnya. Apa nama peralatan ini? dan apa fungsinya? Pada kesempatan kali ini akan kita bahas bersama.

Peralatan seperti gambar di atas dinamakan stabilizer. Stabilizer atau Automatic Voltage Regulator – AVR (Pengatur Otomatis Voltase Listrik) atau lebih sering disebut dengan Stavol adalah suatu peralatan yang fungsinya adalah untuk menjaga lonjakan mendadak voltase listrik yang masuk ke dalam satu / beberapa perangkat elektronik. Secara sederhana, proses kerjanya adalah menampung sementara daya listrik yang masuk, kemudian menyalurkannya pada perangkat elektronik hanya sebatas konsumsi daya dan voltase kebutuhan perangkat tersebut.

Sedangkan manfaat dari Stabilizer Listrik atau AVR - Automatic Voltage Regulator atau Stavol - Stabilizer Voltage disamping sebagai penyetabil tegangan listrik adalah sebagai pelindung peralatan listrik atau electronic dari gangguan tegangan listrik yang tidak stabil yang dapat mengganggu kinerja mereka sehingga tidak maksimal dan perlindungan dari kerusakan akibat tegangan listrik yang berubah-ubah.

Stabilizer listrik yang bagus adalah stabilizer yang dapat melindungi peralatan listrik dan elektronik serta perlindungan untuk diri sendiri dari tegangan listrik yang extrim.

Demikian sedikit ulasan tentang stabilizer dan fungsinya. Semoga bermanfaat.




Rabu, 05 Maret 2014

Mengenal Obeng Testpen dan Cara Kerjanya

http://www.mediaproyek.com/

Jika kita melihat peralatan Teknisi Listrik, tentu kita melihat pasti mereka selalu membawa sebuah alat listrik testpen. Mengapa demikian? Lalu Bagaimana Cara Kerja Testpen? Mari kita bahas.

Secara umum testpen merupakan suatu alat yang digunakan untuk menguji apakah ada tegangan listrik pada suatu benda / logam yang biasanya terdapat di dalam sakelar, stop kontak, maupun peralatan listrik lainnya.

Testpen tersusun atas suatu bahan konduktor (bahan penghantar listrik) yang terbuat dari logam yang disentuhkan dengan objek yang akan diuji, lampu, bahan resistor, dan handel pegangan.

Bahan resistor ini mempunyai hambatan yang besar sehingga arus yang mengalir sangat kecil (tapi mampu menyalakan lampu). Bila pada objek yang diuji ada tegangan, badan kita akan menjadi ground negatif, sehingga ada arus listrik yang mengalir dalam test pen dan lampu indikator menyala.

Secara umum, testpen dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
  1. Testpen Biasa. Yaitu berbentuk obeng dengan menggunakan lampu LED.
  2. Testpen Digital. Yaitu sejenis testpen untuk mengukur tegangan listrik baik AC-DC (12V-220V) disertai LCD Display sehingga kita mengetahui seberapa besar tegangan yang keluar dari sebuah alat elektronik, colokan listrik dan lain-lain.

Adapun cara kerja testpen adalah arus listrik mengalir melalui ujung testpen yang terbuat dari logam. Perangkat ini sendiri berbentuk obeng. Ujung perangkat disentuh ke konduktor yang diuji (misalnya, dapat digunakan pada kawat dalam switch atau dimasukkan ke dalam lubang soket listrik). Kemudian arus listrik akan menuju batang karbon dan selanjutnya dialirkan pada lampu AC dan pegas pada kepala testpen lalu terakhir menuju jari kita yang mengalirkan arus ke tubuh yang berfungsi sebagai ground.

Demikian sedikit ulasan tentang Obeng testpen dan cara kerjanya. Terima kasih.




Kamis, 27 Februari 2014

Mengenal PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) dan Sejarahnya

http://www.mediaproyek.com/

Dalam dunia kelistrikan, kita sering mendengar kata-kata PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik). Pada postingan kali ini akan kami ulas sedikit tentang PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) dan Sejarahnya.

Peraturan instalasi listrik yang pertama kali digunakan sebagai pedoman beberapa instansi yang berkaitan dengan instalasi listrik adalah AVE (Algemene Voorschriften voor Electrische Sterkstroom Instalaties) yang diterbitkan sebagai Norma N 2004 oleh Dewan Normalisasi Pemerintah Hindia Belanda. Kemudian AVE N 2004 ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan pada tahun 1964 sebagai Norma Indonesia NI6 yang kemudian dikenal sebagai Peraturan Umum Instalasi Listrik disingkat PUIL 1964, yang merupakan penerbitan pertama dan PUIL 1977 dan PUIL 1987 adalah penerbitan PUIL yang kedua dan ketiga yang merupakan hasil penyempurnaan atau revisi dari PUIL sebelumnya, maka PUIL 2000 ini merupakan terbitan ke 4.

Jika dalam penerbitan PUIL 1964, 1977 dan 1987 nama buku ini adalah Peraturan Umum Instalasi Listrik, maka pada penerbitan sekarang tahun 2000, namanya menjadi Persyaratan Umum Instalasi Listrik dengan tetap mempertahankan singkatannya yang sama yaitu PUIL.

Penggantian dari kata “Peraturan” menjadi “Persyaratan” dianggap lebih tepat karena pada perkataan “peraturan” terkait pengertian adanya kewajiban untuk mematuhi ketentuannya dan sangsinya. Sebagaimana diketahui sejak AVE sampai dengan PUIL 1987 pengertian kewajiban mematuhi ketentuan dan sangsinya tidak diberlakukan sebab isinya selain mengandung hal-hal yang dapat dijadikan peraturan juga mengandung rekomendasi ataupun ketentuan atau persyaratan teknis yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik.

Sejak dilakukannya penyempurnaan PUIL 1964, publikasi atau terbitan standar IEC (International Electrotechnical Commission) khususnya IEC 60364 menjadi salah satu acuan utama disamping standar internasional lainnya. Juga dalam terbitan PUIL 2000, usaha untuk lebih mengacu IEC ke dalam PUIL terus dilakukan, walaupun demikian dari segi kemanfaatan atau kesesuaian dengan keadaan di Indonesia beberapa ketentuan mengacu pada standar dari NEC (National Electric Code), VDE (Verband Deutscher Elektrotechniker) dan SAA (Standards Association Australia).

PUIL 2000 merupakan hasil revisi dari PUIL 1987, yang dilaksanakan oleh Panitia Revisi PUIL 1987 yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dalam Surat Keputusan Menteri No:24-12/40/600.3/1999, tertanggal 30 April 1999 dan No:51-12/40/600.3/1999, tertanggal 20 Agustus 1999. Anggota Panitia Revisi PUIL tersebut terdiri dari wakil dari berbagai Departemen seperti DEPTAMBEN, DEPKES, DEPNAKER, DEPERINDAG, BSN, PT PLN, PT Pertamina, YUPTL, APPI, AKLI, INKINDO, APKABEL, APITINDO, MKI, HAEI, Perguruan Tinggi ITB, ITI, ISTN, UNTAG, STTY-PLN, PT Schneider Indonesia dan pihak pihak lain yang terkait.

Bagian 1 dan Bagian 2 tentang Pendahuluan dan Persyaratan dasar merupakan padanan dari IEC 364-1 Part 1 dan Part 2 tentang Scope, Object Fundamental Principles and Definitions.

Bagian 3 tentang Proteksi untuk keselamatan banyak mengacu pada IEC 60364 Part 4 tentang Protection for safety. Bahkan istilah yang berkaitan dengan tindakan proteksi seperti SELV yang bahasa Indonesianya adalah tegangan extra rendah pengaman digunakan sebagai istilah baku, demikian pula istilah PELV dan FELV. PELV adalah istilah SELV yang dibumikan sedangkan FELV adalah sama dengan tegangan extra rendah fungsional. Sistem kode untuk menunjukan tingkat proteksi yang diberikan oleh selungkup dari sentuh langsung ke bagian yang berbahaya, seluruhnya diambil dari IEC dengan kode IP (International Protection). Demikian pula halnya dengan pengkodean jenis sistem pembumian. Kode TN mengganti kode PNP dalam PUIL 1987, demikian juga kode TT untuk kode PP dan kode IT untuk kode HP.

Bagian 4 tentang Perancangan instalasi listrik, dalam IEC 60364 Part 3 yaitu Assessment of General Characteristics, tetapi isinya banyak mengutip dari SAA Wiring Rules dalam section General Arrangement tentang perhitungan kebutuhan maksimum dan penentuan jumlah titik sambung pada sirkit akhir.

Bagian 5 tentang Perlengkapan Listrik mengacu pada IEC 60364 Part 5: Selection and erection of electrical equipment dan standar NEC.

Bagian 6 tentang Perlengkapan hubung bagi dan kendali (PHB) serta komponennya merupakan pengembangan Bab 6 PUIL 1987 dengan ditambah unsur unsur dari NEC.

Bagian 7 tentang Penghantar dan pemasangannya tidak banyak berubah dari Bab 7 PUIL 1987. Perubahan yang ada mengacu pada IEC misalnya cara penulisan kelas tegangan dari penghantar. Ketentuan dalam Bagian 7 ini banyak mengutip dari standar VDE. Dan hal hal yang berkaitan dengan tegangan tinggi dihapus.

Bagian 8 tentang Ketentuan untuk berbagai ruang dan instalasi khusus merupakan pengembangan dari Bab 8 PUIL 1987. Dalam PUIL 2000 dimasukkan pula klarifikasi zona yang diambil dari IEC, yang berpengaruh pada pemilihan dari perlengkapan listrik dan cara pemasangannya di berbagai ruang khusus. Ketentuan dalam Bagian 8 ini merupakan bagian dari IEC 60364 Part 7, Requirements for special installations or locations.

Bagian 9 meliputi Pengusahaan instalasi listrik. Pengusahaan dimaksudkan sebagai perancangan, pembangunan, pemasangan, pelayanan, pemeliharaan, pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik serta proteksinya. Di IEC 60364, pemeriksaan dan pengujian awal instalasi listrik dibahas dalam Part 6: Verification. PUIL 2000 berlaku untuk instalasi listrik dalam bangunan dan sekitarnya untuk tegangan rendah sampai 1000 V a.b dan 1500 V a.s, dan gardu transformator distribusi tegangan menengah sampai dengan 35 kV. Ketentuan tentang transformator distribusi tegangan menengah mengacu dari NEC 1999.

Pembagian dalam sembilan bagian dengan judulnya pada dasarnya sama dengan bagian yang sama pada PUIL 1987. PUIL 2000 tidak menyebut pembagiannya dalam Pasal, Subpasal, Ayat atau Subayat. Pembedaan tingkatnya dapat dilihat dari sistim penomorannya dengan digit. Contohnya Bagian 4, dibagi dalam 4.1; 4.2; dan seterusnya, sedangkan 4.2 dibagi dalam 4.2.1 sampai dengan 4.2.9 dibagi lagi dalam 4.2.9.1 sampai dengan 4.2.9.4. Jadi untuk menunjuk kepada suatu ketentuan, cukup dengan menuliskan nomor dengan jumlah digitnya.

Seperti halnya pada PUIL 1987, PUIL 2000 dilengkapi pula dengan indeks dan lampiran lampiran lainnya pada akhir buku. Lampiran mengenai pertolongan pertama pada korban kejut listrik yang dilakukan dengan pemberian pernapasan bantuan, diambilkan dari standar SAA, berbeda dengan PUIL 1987.

Untuk menampung perkembangan di bidang instalasi listrik misalnya karena adanya ketentuan baru dalam IEC yang dipandang penting untuk dimasukkan dalam PUIL, atau karena adanya saran, tanggapan dari masyarakat pengguna PUIL, maka dikandung maksud bila dipandang perlu akan menerbitkan amandemen pada PUIL 2000. Untuk menangani hal hal tersebut telah dibentuk Panitia Tetap PUIL. Panitia Tetap PUIL dapat diminta pendapatnya jika terdapat ketidakjelasan dalam memahami dan menerapkan ketentuan PUIL 2000. Untuk itu permintaan penjelasan dapat ditujukan kepada Panitia Tetap PUIL.

PUIL 2000 ini diharapkan dapat memenuhi keperluan pada ahli dan teknisi dalam melaksanakan tugasnya sebagai perancang, pelaksana, pemilik instalasi listrik dan para inspektor instalasi listrik. Meskipun telah diusahakan sebaik-baiknya, panitia revisi merasa bahwa dalam persyaratan ini mungkin masih terdapat kekurangannya. Tanggapan dan saran untuk perbaikan persyaratan ini sangat diharapkan.

PUIL 2000 ini tidak mungkin terwujud tanpa kerja keras dari seluruh anggota Panitia Revisi PUIL 1987, dan pihak pihak terkait lainnya yang telah memberikan berbagai macam bantuan baik dalam bentuk tenaga, pikiran, sarana maupaun dana sehingga PUIL 2000 dapat diterbitkan dalam bentuknya yang sekarang. Atas segala bantuan tersebut Panitia Revisi PUIL mengucapkan terima kasih sebesar besarnya.

Demikian sedikit ulasan tentang PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) dan Sejarahnya. Terima kasih.




Minggu, 23 Februari 2014

Macam-Macam Alat Ukur Listrik

http://www.mediaproyek.com/

Alat ukur listrik merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besaran-besaran listrik seperti hambatan listrik (R), kuat arus listrik (I), beda potensial listrik (V), daya listrik (P), dan lainnya.
Dalam pengukuran kelistrikan ada beberapa alat ukur yang kita gunakan. Alat ukur listrik terdiri atas beberapa macam bergantung pada jenis besaran listrik yang akan diukur. Berikut ini kami berikan macam-macam alat ukur listrik yang biasa digunakan di lapangan, yaitu sebagai berikut:
1. Amperemeter.

http://www.mediaproyek.com/

Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik untuk DC maupun AC yang ada dalam rangkaian tertutup. Amperemeter biasanya dipasang berderet dengan elemen listrik. Jika kita akan mengukur arus yang melewati penghantar dengan menggunakan Amperemeter maka harus kita pasang seri dengan cara memotong penghantar agar arus mengalir melewati ampere meter.

Bagian terpenting dari Ampermeter adalah galvanometer. Galvanometer bekerja dengan prinsip gaya antara medan magnet dan kumparan berarus. Galvanometer dapat digunakan langsung untuk mengukur kuat arus searah yang kecil. Semakin besar arus yang melewati kumparan semakin besar simpangan pada galvanometer.

Ampermeter terdiri dari galvanometer yang dihubungkan paralel dengan resistor yang mempunyai hambatan rendah. Tujuannya adalah untuk menaikan batas ukur ampermeter. Hasil pengukuran akan dapat terbaca pada skala yang ada pada ampermeter.

Selain amperemeter diatas, di lapangan sering kita jumpai suatu alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus juga yaitu tang ampere.

http://www.mediaproyek.com/

Biasanya, untuk mengukur arus listrik, digunakan cara memotong kabel dan hasil potongan kabel, dihubungkan ke amper meter. Dengan adanya tang ampere ini, maka kita tidak perlu memotong kabel, namun cukup kabel yang satu itu di kalungkan tang amper.

Tang ampere yang standar, biasanya hanya bisa mengukur arus AC dan yang mahal, baru bisa mengukur arus DC. Jenisnya ada 2 macam, yang analog dengan jarum sebagai petunjuknya dan yang digital.

2. Voltmeter

http://www.mediaproyek.com/

Voltmeter adalah alat untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Voltmeter disusun secara paralel terhadap letak komponen yang diukur dalam rangkaian. Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik. Lempengan luar berperan sebagai anode sedangkan yang di tengah sebagai katode. Umumnya tabung tersebut berukuran 15 x 10cm (tinggi x diameter).

3. Ohmmeter

http://www.mediaproyek.com/

Ohm-meter adalah alat untuk mengukur hambatan listrik, yaitu daya untuk menahan mengalirnya arus listrik dalam suatu konduktor. Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh alat ini dinyatakan dalam ohm. Alat ohm-meter ini menggunakan galvanometer untuk mengukur besarnya arus listrik yang lewat pada suatu hambatan listrik (R), yang kemudian dikalibrasikan ke satuan ohm.

4. Multimeter

http://www.mediaproyek.com/

Multimeter adalah alat untuk mngukur listrik tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amper). Multimeter terdiri dari 2 macam, yaitu multimeter analog dan multimeter digital.

5. Wattmeter

http://www.mediaproyek.com/

Wattmeter adalah alat ukur untuk daya listrik. Sebetulnya wattmeter adalah gabungan dari alat ukur listrik dengan alat ukur tegangan listrik, namun dirancang sedemikian rupa sehingga penunjukkannya menunjukkan nilai daya listrik yang terpakai.

6. Wattjam / Watthour Meter

http://www.mediaproyek.com/

Wattjam adalah alat ukur energi listrik. Wattjam (Wh = watt-hour) atau kilowatt-jam (kWh) sebetulnya alat ukur listrik yang banyak terpasang di setiap rumah. Kita sering salah memahami mengira bahwa alat ukur yang terpasang dirumah adalah alat ukur daya listrik. Padahal sebetulnya alat ukur listrik yang terpasang dirumah kita itu adalah Wattjam. Angka penunjuk pun menyatakan nilai energi listrik yang terpakai dalam rentang waktu tertentu.

7. Megger

http://www.mediaproyek.com/

Megger dipergunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat-alat listrik maupun instalasi-instalasi.
Megger ini banyak digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi antara lain untuk:
  • Kabel instalasi pada rumah-rumah / bangunan.
  • Kabel tegangan tinggi.
  • Kabel tegangan rendah.
  • Transformator.
  • Dan peralatan listrik lainnya.

8. Osciloscope

http://www.mediaproyek.com/

Oscilloscope adalah alat ukur yang dapat menunjukkan kepada anda bentuk dari sinyal listrik dengan menunjukkan grafik dari tegangan terhadap waktu pada layarnya. Ini sama dengan pengambaran pada layar televisi.

Oscilloscope terdiri dari tabung vacuum dengan sebuah cathode (electrode negative ) pada satu sisi yang menghasilkan pancaran electron dan sebuah anode ( electrode positive ) untuk mempercepat gerakannya sehingga jatuh tertuju pada layar tabung. Susunan ini disebut dengan electron gun.

Elektron-elektron disebut pancaran sinar katoda sebab mereka dibangkitkan oleh cathode dan ini menyebabkan oscilloscope disebut secara lengkap dengan cathode ray oscilloscope atau CRO.

Demikian sedikit ulasan tentang macam-macam alat ukur listrik yang sering digunakan di lapangan. Semoga bermanfaat.













Senin, 17 Februari 2014

Jenis-Jenis Sakelar Listrik

http://www.mediaproyek.com/

Seperti yang telah kita ketahui Sakelar atau switch merupakan komponen instalasi listrik yang berfungsi untuk menyambung atau memutus aliran listrik pada suatu pemghantar.

Pada postingan yang lalu tentang Cara Instalasi Saklar Listrik, sempat kita singgung, sakelar banyak jenisnya. Pada postingan kali ini, kami akan mencoba mempostingkan beberapa jenis sakelar yang kami ketahui.

Adapun jenis-jenis sakelar listrik adalah sebagai berikut :
1. Berdasarkan besarnya tegangan, sakelar dapat dibedakan menjadi:
  • Sakelar bertegangan rendah.
  • Sakelar tegangan menengah.
  • Sakelar tegangan tinggi serta sangat tinggi.

2. Berdasarkan tempat dan pemasangannya, sakelar dapat dibedakan menjadi :
  • Sakelar in-bow, yaitu sakelar yang ditanam di dalam tembok.
  • Sakelar out-bow, yaitu sakelar yang dipasang pada permukaan tembok.

3. Berdasarkan fungsinya, sakelar dapat dibedakan menjadi :
  • Sakelar on-off, merupakan sakelar yang bekerja menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on. Untuk memutuskan hubungan arus listrik, tombol sakelar harus ditekan pada posisi off. Sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk sakelar lampu.
  • Sakelar push-on, merupakan sakelar yang menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on dan akan secara otomatis memutus arus listrik, ketika tombolnya dilepas dan kembali ke posisi off dengan sendirinya. Biasanya sakelar jenis ini digunakan untuk sakelar bel rumah.

4. Berdasarkan jenis per-unitnya, sakelar dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
  • Sakelar tunggal, merupakan sakelar yang hanya mempunyai satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber listrik, serta kanal output yang terhubung dengan beban listrik/alat listrik yang digunakan.
  • Sakelar majemuk, merupakan sakelar yang memiliki satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber listrik, namun memiliki banyak kanal output yang terhubung dengan beberapa beban/alat listrik yang digunakan. Jumlah kanal output tergantung dari jumlah tombol pada sakelar tersebut.

Demikian jenis-jenis sakelar listrik yang kami ketahui. Mungkin diantara anda ada yang menambahkannya kami persilahkan. Semoga bermanfaat dan terima kasih.




Sabtu, 08 Februari 2014

Macam-Macam Pembangkit Listrik


Pada jaman modern seperti saat ini, listrik merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada kesempatan kali ini akan kammi postingkan sedikit ulasan tentang beberapa macam pembangkit listrik, antara lain :

1. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit listrik yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan dari ini biasa disebut sebagai hidroelektrik.
Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah motor yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari air. Namun, secara luas, pembangkit listrik tenaga air tidak hanya terbatas pada air dari sebuah waduk atau air terjun, melainkan juga meliputi pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air dalam bentuk lain seperti tenaga ombak.

2. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
Uap yang terjadi dari hasil pemanasan boiler/ketel uap pada Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) digunakan untuk memutar turbin yang kemudian oleh generator diubah menjadi energi listrik. Energi primer yang digunakan oleh PLTU adalah bahan bakar yang dapat berwujud padat, cair maupun gas. Batubara adalah wujud padat bahan bakar dan minyak merupakan wujud cairnya.

Terkadang dalam satu PLTU dapat digunakan beberapa macam bahan bakar.PLTU menggunakan siklus uap dan air dalam pembangkitannya. Mula-mula air dipompakan ke dalam pipa air yang mengelilingi ruang bakar ketel. Lalu bahan bakar dan udara yang sudah tercampur disemprotkan ke dalam ruang bakar dan dinyalakan, sehingga terjadi pembakaran yang mengubah bahan bakar menjadi energi panas/ kalor.

Setelah keluar dari turbin tekanan tinggi, uap akan masuk ke dalam Pemanas Ulang yang akan menaikkan suhu uap sekali lagi dengan proses yang sama seperti di Pemanas Lanjut. Selanjutnya uap baru akan dialirkan ke dalam turbin tekanan menengah dan langsung dialirkan kembali ke turbin tekanan rendah. Energi gerak yang dihasilkan turbin tekanan tinggi, menengah dan rendah inilah yang akan diubah wujudnya dalam generator menjadi energi listrik.Dari turbin tekanan rendah uap dialirkan ke kondensor untuk diembunkan menjadi air kembali. Pada kondensor diperlukan air pendingin dalam jumlah besar. Inilah yang menyebabkan banyak PLTU dibangun di daerah pantai atau sungai. Jika jumlah air pendingin tidak mencukupi, maka dapat digunakan cooling tower yang mempunyai siklus tertutup. Air dari kondensor dipompa ke tangki air/deareator untuk mendapat tambahan air akibat kebocoran dan juga diolah agar memenuhi mutu air ketel berkandungan NaCl, Cl,O2 dan derajat keasaman (pH). Setelah itu, air akan melalui Economizer untuk kembali dipanaskan dari energi gas sisa dan dipompakan kembali ke dalam ketel.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)
Gas yang dihasilkan dalam ruang bakar pada pusat listrik tenaga gas (PLTG) akan menggerakkan turbin dan kemudian generator, yang akan mengubahnya menjadi energi listrik. Sama halnya dengan PLTU, bahan bakar PLTG bisa berwujud cair (BBM) maupun gas (gas alam). Penggunaan bahan bakar menentukan tingkat efisiensi pembakaran dan prosesnya.Prinsip kerja PLTG adalah sebagai berikut, mulamula udara dimasukkan dalam kompresor dengan melalui air filter/penyaring udara agar partikel debu tidak ikut masuk dalam kompresor tersebut. Pada kompresor tekanan udara dinaikkan lalu dialirkan ke ruang bakar untuk dibakar bersama bahan bakar.

Di sini, penggunaan bahan bakar menentukan apakah bisa langsung dibakar dengan udara atau tidak. Jika menggunakan BBG, gas bisa langsung dicampur dengan udara untuk dibakar. Tapi jika menggunakan BBM, harus dilakukan proses pengabutan dahulu pada burner baru dicampur udara dan dibakar. Pembakaran bahan bakar dan udara ini akan menghasilkan gas bersuhu dan bertekanan tinggi yang berenergi (enthalpy). Gas ini lalu disemprotkan ke turbin, hingga enthalpy gas diubah oleh turbin menjadi energi gerak yang memutar generator untuk menghasilkan listrik. Setelah melalui turbin sisa gas panas tersebut dibuang melalui cerobong/stack. Karena gas yang disemprotkan ke turbin bersuhu tinggi, maka pada saat yang sama dilakukan pendinginan turbin dengan udara pendingin dari lubang pada turbin. Untuk mencegah korosi turbin akibat gas bersuhu tinggi ini, maka bahan bakar yang digunakan tidak boleh mengandung logam Potasium, Vanadium dan Sodium yang melampaui 1 part per mill (ppm).

4. Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)
PLTGU merupakan suatu instalasi peralatan yang berfungsi untuk mengubah energi panas (hasil pembakaran bahan bakar dan udara) menjadi energi listrik yang bermanfaat. Pada dasarnya, sistem PLTGU ini merupakan penggabungan antara PLTG dan PLTU. PLTU memanfaatkan energi panas dan uap dari gas buang hasil pembakaran di PLTG untuk memanaskan air di HRSG (Heat Recovery Steam Genarator), sehingga menjadi uap jenuh kering. Uap jenuh kering inilah yang akan digunakan untuk memutar sudu (baling-baling)Gas yang dihasilkan dalam ruang bakar pada Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) akan menggerakkan turbin dan kemudian generator, yang akan mengubahnya menjadi energi listrik. Sama halnya dengan PLTU, bahan bakar PLTG bisa berwujud cair (BBM) maupun gas (gas alam). Penggunaan bahan bakar menentukan tingkat efisiensi pembakaran dan prosesnya. Prinsip kerja PLTG adalah sebagai berikut, mula-mula udara dimasukkan dalm kompresor dengan melalui air filter / penyaring udara agar partikel debu tidak ikut masuk ke dalam kompresor tersebut. Pada kompresor tekanan udara dinaikkan lalu dialirkan ke ruang bakar untuk dibakar bersama bahan bakar. Disini, penggunaan bahan bakar menentukan apakah bisa langsung dibakar dengan udara atau tidak. turbin uap.

Jika menggunakan BBG, gas bisa langsung dicampur dengan udara untuk dibakar. Tapi jika menggunakan BBM harus dilakukan proses pengabutan dahulu pada burner baru dicampur udara dan dibakar. Pembakaran bahan bakar dan udara ini akan menghasilkan gas bersuhu dan bertekanan tinggi yang berenergi (enthalpy). Gas ini lalu disemprotkan ke turbin, hingga enthalpy gas diubah oleh turbin menjadi energi gerak yang memutar generator untuk menghasilkan listrik.

Setelah melalui turbin sisa gas panas tersebut dibuang melalui cerobong/stack. Karena gas yang disemprotkan ke turbin bersuhu tinggi, maka pada saat yang sama dilakukan pendinginan turbin dengan udara pendingin dari lubang udara pada turbin.Untuk mencegah korosi akibat gas bersuhu tinggi ini, maka bahan bakar yang digunakan tidak boleh mengandung logam Potasium, Vanadium, dan Sodium yang melampaui 1 part per mill (ppm).

5.Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Sel surya atau sel photovoltaic, adalah sebuah alat semikonduktor yang terdiri dari sebuah wilayah-besar dioda p-n junction, di mana, dalam hadirnya cahaya matahari mampu menciptakan energi listrik yang berguna. Pengubahan ini disebut efek photovoltaic. Bidang riset berhubungan dengan sel surya dikenal sebagai photovoltaics.
Sel surya memiliki banyak aplikasi. Mereka terutama cocok untuk digunakan bila tenaga listrik dari grid tidak tersedia, seperti di wilayah terpencil, satelit pengorbit [[bumi], kalkulator genggam, pompa air, dll. Sel surya (dalam bentuk modul atau panel surya) dapat dipasang di atap gedung di mana mereka berhubungan dengan inverter ke grid listrik dalam sebuah pengaturan net metering.Tenaga surya dapat digunakan untuk:
  • menghasilkan listrik menggunakan sel surya
  • menghasilkan listrik menggunakan pembangkit tenaga panas surya
  • menghasilkan listrik menggunakan menara surya
  • memanaskan gedung, secara langsung
  • memanaskan gedung, melalui pompa panas
  • memanaskan makanan, menggunakan oven surya

6. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)
Diesel Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbahan bakar BBM (solar), biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam jumlah beban kecil, terutama untuk daerah baru yang terpencil atau untuk listrik pedesaan. Di dalam perkembangannya PLTD dapat juga menggunakan bahan bakar gas (BBG).Mesin diesel ini menggunakan ruang bakar dimana ledakan pada ruang bakar tersebut menggerak torak/piston yang kemudian pada poros engkol dirubah menjadi energi putar. Energi putar ini digunakan untuk memutar generator yang merubahnya menjadi energi listrik. Untuk meningkatkan efisiensi udara yang dicampur dengan bahan bakar dinaikkan tekanan dan temperaturnya dahulu pada turbo charger. turbo charger ini digerakkan oleh gas buang hasil pembakaran dari ruang bakar.

Mesin diesel terdiri dari 2 macam mesin, yaitu mesin diesel 2 langkah dan 4 langkah. Perbedaannya terletak pada langkah penghasil tenaga dalam putaran toraknya. Pada mesin 2 langkah, tenaga akan dihasilkan pada tiap 2 langkah atau 1 kali putaran. Sedang pada mesin 4 langkah, tenaga akan dihasilkan pada tiap 4 langkah atau 2 putaran. Seharusnya mesin 2 langkah dapat menghasilkan daya 2 kali lebih besar dari mesin 4 langkah, namun karena proses pembilasan ruang bakar silindernya tidak sesempurna mesin 4 langkah, tenaga yang dihasilkan hanya sampai 1,8 kalinya saja. Ilustrasi siklus perubahan energi pada PLTD :Selain kedua jenis mesin di atas, mesin diesel yang digunakan di PLTD ada yang berputaran tinggi (high speed) dengan bentuk yang lebih kompak atau berputaran rendah (low speed) dengan bentuk yang lebih besar.

7. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
Prinsip kerja PLTN, pada dasarnya sama dengan pembangkit listrik konvensional, yaitu ; air diuapkan di dalam suatu ketel melalui pembakaran. Uap yang dihasilkan dialirkan ke turbin yang akan bergerak apabila ada tekanan uap. Perputaran turbin digunakan untuk menggerakkan generator, sehingga menghasilkan tenaga listrik. Perbedaannya pada pembangkit listrik konvensional bahan bakar untuk menghasilkan panas menggunakan bahan bakar fosil seperti ; batubara, minyak dan gas. Dampak dari pembakaran bahan bakar fosil ini, akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (Nox), serta debu yang mengandung logam berat. Sisa pembakaran tersebut akan ter-emisikan ke udara dan berpotensi mencemari lingkungan hidup, yang bisa menimbulkan hujan asam dan peningkatan suhu global. Sedangkan pada PLTN panas yang digunakan untuk menghasilkan uap yang sama, dihasilkan dari reaksi pembelahan inti bahan fisil (uranium) dalam reactor nuklir. Sebagai pemindah panas biasa digunakan air yang disirkulasikan secara terus menerus selama PLTN beroperasi. Proses pembangkit yang menggunakan bahan bakar uranium ini tidak melepaskan partikel seperti CO2, SO2, atau NOx, juga tidak mengeluarkan asap atau debu yang mengandung logam berat yang dilepas ke lingkungan. Oleh karena itu PLTN merupakan pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Limbah radioaktif yang dihasilkan dari pengoperasian PLTN, adalah berupa elemen bakar bekas dalam bentuk padat. Elemen bakar bekas ini untuk sementara bisa disimpan di lokasi PLTN, sebelum dilakukan penyimpanan secara lestari.




Sabtu, 01 Februari 2014

Mengenal CCTV

http://www.mediaproyek.com/

Pada paket pekerjaan elektrikal dalam sebuah proyek, ada kalanya kita menjumpai paket pekerjaan CCTV. CCTV dibutuhkan untuk menunjang sistem keamanan gedung tersebut. Lalu apa itu CCTV? Mungkin sebagian diantara kita sudah familiar terhadap CCTV. Tapi sebagian lain belum mengenal apa itu CCTV.

Pada kesempatan kali ini akan kami postingkan pengenalan tentang CCTV. CCTV yang artinya Closed Circuit Television adalah penggunaan kamera video untuk mengirimkan sinyal ke sebuah tempat tertentu, pada satu set monitor terbatas. Ini berbeda dari siaran televisi dalam sinyal tidak ditransmisikan secara terbuka, meskipun mungkin mempekerjakan titik ke titik (P2P), point to multipoint, atau link nirkabel mesh.

Pada umumnya CCTV digunakan sebagai pelengkap keamanan dan banyak dipakai di dalam industri-industri seperti militer, bandara, toko, kantor, pabrik dan bahkan sekarang perumahan pun telah banyak yang menggunakan teknologi ini.

CCTV sebagai satu kesatuan system mepunyai beberapa perlengkapan yaitu:
1. Kamera
Kamera CCTV ini berfungsi sebagai alat pengambil gambar. Ada beberapa tipe kamera yang membedakan dari segi kualitas, penggunaan dan fungsinya. Dua hal yang paling utama adalah :
  • Kamera CCTV analog. Kamera analog menggunakan satu solid kable untuk setiap kamera yang berarti, setiap kamera akan harus terhubung ke DVR atau system secara langsung
  • Kamera CCTV Network. Kamera Network atau yang biasa di sebut IP Kamera, bisa menggunakan jejaring yang berarti akan menghemat dari segi installasi karena network bersifat pararel dan bercabang tidak memerlukan satu kabel khusus untuk tiap kamera dalam pengaksesannya.

2. DVR (Digital Video Recorder)
DVR (Digital Video Recorder) adalah sistem yang digunakan oleh kamera CCTV untuk merekam semua gambar yang di kirim oleh kamera dalam sistem ini banyak fitur yang bisa kita manfaatkan untuk pelengkap keamanan, salah satunya adalah merekam semua kejadian dan hasil rekaman ini yang biasa digunakan di dalam peradilan untuk membuktikan suatu kejadian dalam sebuah sistem kamera, jumlah dan kualitas rekaman akan ditentukan oleh DVR ini.

Demikian sedikit gambaran tentang CCTV. Terima kasih.




Senin, 27 Januari 2014

Cara Instalasi Saklar Listrik

http://www.mediaproyek.com/

Pada kesempatan yang lalu telah kita bahas tentang Cara Kerja Saklar Hotel. Pada kesempatan kali ini tak ada salahnya kita kembali lagi ke awal untuk membahas cara instalasi saklar listrik. Mungkin diantara kita sudah hafal untuk menginstalasi saklar di rumah kita, namun mungkin juga ada beberapa diantara kita yang tidak mengetahuinya. Bahkan mungkin kita merasa takut untuk menginstalasi saklar di rumah kita, sebab kebanyakan takut salah sehingga nanti menimbulkan korsleting listrik dan bisa jadi berbahaya menimbulkan kebakaran di rumah kita.

Mari pembahasan kali ini kita awali dengan apa yang dimaksud dengan saklar? Seperti gambar di atas, Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan listrik, atau untuk menghubungkannya. Jadi saklar pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik.

Untuk jenis-jenis saklar banyak sekali. Namun pada kesempatan kali ini akan kami bahas saklar tunggal dan saklar seri beserta cara instalasinya.
1. Saklar Tunggal.
Saklar Tunggal adalah saklar yang digunakan untuk menghidupkan dan mematikan satu buah atau satu kelompok beban listrik. Dalam hal ini adalah beban penerangan atau lampu listrik. Adapun cara instalasi saklar tunggal bisa dilihat pada gambar di bawah ini :

http://www.mediaproyek.com/

Keteragan :
Dua kabel dari line, untuk kabel netral berwarna biru dihubungkan langsung ke lampu. Sedangkan kabel hitam (fasa) dihubungkan ke saklar, lalu dari saklar dihubungkan ke lampu.

2. Sakelar Seri.
Saklar Seri adalah saklar yang berfungsi sebagai pemutus dan penghubung rangkaian instalasi listrik satu lampu atau lebih secara bergantian. Adapun c
ara instalasi saklar seri dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

http://www.mediaproyek.com/

Keterangan :
Kabel netral berwarna biru dihubungkan langsung ke dua buah lampu. Sedangkan untuk kabel fasa berwarna hitam dihubungkan ke saklar seri. Sedangkan output dari masing-masing saklar seri dihubungkan ke masing-masing lampu.

Demikian sedikit ulasan tentang cara instalasi saklar listrik. Terima kasih.






Jumat, 24 Januari 2014

Mengenali Penghantar Kabel Listrik Berdasarkan Warnanya

http://www.mediaproyek.com/

Telah kita ketahui bersama bahwa penghantar kabel listrik terdiri dari 3, yaitu :
  1. Phase.
  2. Netral.
  3. Ground.

Dalam sebuah kabel listrik, terdapat beberapa macam warna, antara lain merah, kuning, hitam, biru, dan loreng. Lalu apakah ada aturan yang menetapkan penggunaan warna tersebut untuk inisial apakah kabel itu phase?netral?maupun ground?Jawabnya ada. PUIL sudah mengaturnya.

Pada kesempatan kali ini akan kami sajikan tabel standar PUIL untuk pengaturan warna kabel tersebut, yaitu :

http://www.mediaproyek.com/

Instalasi listrik yang baik akan selalu mengikuti aturan yang berlaku. Karena bila suatu saat diperlukan pemeriksaan atau perbaikan sistem instalasi tersebut, maka seorang instalatir akan lebih mudah menemukan pola sambungan kabel listriknya.

Jadi mari kita periksa lagi instalasi listrik di rumah kita masing-masing. Apakah sudah mengikuti standar PUIL tersebut diatas? Kami sarankan untuk mengikuti standar PUIL tersebut apabila belum mengikutinya, sebab akan berakibat fatal apabila dikemudian hari ada penambahan sambungan listrik baru sedangkan kita salah mengkoneknya akibat adanya perbedaan pengaturan warna kabel tersebut.

Demikian sedikit ulasan tentang mengenali penghantar kabel listrik berdasarkan warna kabel. Semoga menambah wawasan kita. Terima kasih.





Jumat, 17 Januari 2014

Mengenal Material Pipa Conduit

http://www.mediaproyek.com/

Pipa Conduit adalah sebuah pipa yang digunakan untuk melindungi kabel - kabel dari ganguan luar, seperti interperensi (noise), gangguan dari binatang - binatang kecil, suhu, dan sebagainya. Apabila ada benda jatuh tidak akan langsung mengenai kabel yang kemudian menyebabkan hubungan singkat (konsleting).

Pipa Conduit ini sebenarnya terbuat dari bahan PVC, panjangnya 3 meter perbatangnya. Berbeda dengan pipa listrik C 5/8 yang memiliki diameter hanya 18mm, Conduit memiliki diameter 20 mm, sehingga lebih fleksibel digunakan. Pipa ini mudah digunakan oleh siapa saja.

Di pasaran, beredar berbagai macam merk pipa conduit. Merk pipa conduit yang familiar di telinga kita yaitu clipsal, pipaku dan lain-lain.

Adapun keuntungan menggunakan pipa conduit dibandingkan jenis pipa lain dalam instalasi listrik yaitu :
  1. Ringan, dibanding pelindung kabel lainnya yang terbuat dari galvanized.
  2. Mudah dipotong, hasil potongannya rapi dan bersih.
  3. Mudah dibengkokkan. Pipa Conduit fleksibel untuk dibengkokkan dengan menggunakan alat hingga sangat mudah untuk menarik kawat dan konduktor, bahkan saat melalui tikungan 90°.
  4. Bisa disambung dengan menggunakan fitting yang diperlukan.
  5. Tahan api dan tidak mudah terbakar.
  6. Tampilannya menarik, rapi dan tidak memerlukan dekorasi apa pun untuk dipadukan dengan interior lainnya. Bisa dicat jika diinginkan tampil berwarna-warni.
  7. Bagian dalam pipanya halus, sehingga kawat tidak rusak saat ditarik melalui pipa conduit tersebut. Permukaan bagian dalam Pipa Conduit yang halus, mengurangi gesekan ketika menarik konduktor dan kabel yang panjang di dalamnya.
  8. Tahan terhadap cuaca. Baik cuaca panas maupun dingin tidak mempengaruhi kekuatan Pipa Conduit.
  9. Tahan terhadap air laut, bahan kimia dan sebagainya.
Demikian sedikit ulassan tentang material pipa conduit. Terima kasih. 



Kamis, 09 Januari 2014

Tips Memilih Speaker Aktif

http://www.mediaproyek.com/

Pada kesempatan yang lalu telah kita bahas tentang Apa itu soundsystem. Pada kesempatan kali ini akan kita lanjutkan pembahasan masih seputar sound system yaitu tentang Tips Memilih Speaker Aktif.

Beberapa hal yang perlu anda ketahui sebelum anda memilih speaker yang ingin anda beli adalah sebagai berikut :
1. Bahan Enclousure atau box speaker
Pilihlah bahan enclousure atau box speaker yang terbuat dari kayu atau serbuk kayu. Mengapa? Karena kayu merupakan bahan yang paling baik yang dapat merensonansi suara. Bila dibandingkan dengan box speaker yang terbuat dari plastik sangat jauh tentunya, walau pun bila menggunakan kayu terlihat speaker tua tapi kualitasnya masih belum tertandingi. Atau kalau anda mungkin merasa kurang tertarik dengan speaker seperti ini anda bisa memilih speaker yang berbahan dasar plastik, namun box tersebut perlu diberi kain atau seras untuk peredam suara, agar suara dapat terensonansi dengan baik.

2. Tempat penggunaan
Dimanakah anda akan menggunakan speaker? Jika di dalam ruangan pilihlah speaker yang berjenis woofer. Speaker jenis ini akan pas bila digunakan dalam ruangan karena empuk dan halus, namun speaker jenis ini tidak begitu cocok untuk out door (luar ruangan) karena kekerasan bunyi suaranya kurang. Sedangkan jika anda ingin menggunakan speaker out door yang terbaik menurut saya adalah speaker jenis full range. Full range itu sendiri berarti semua nada yang dihasilkan didapat dari speaker itu sendiri. Dengan speaker jenis full range juga membuat nada yang masuk tidak menghilang baik itu nadanya yang tinggi maupun yang rendah. Full range akan mampu menciptakan suara yang cukup keras sehingga bisa memusingkan warga satu kampung. Namun kelemahan speaker jenis ini tidak mampu menghasilkan nada sebagus dan empuk speaker jenis woofer.

3. Ukuran magnet speaker
Ini adalah hal penting yang sangat perlu kamu perhatikan sebelum anda membeli speaker lihat ukuran lingkaran magnet di bagian belakang speaker. Speaker yang menggunakan magnet yang besar menjadikan suara semakin bisa keras, bass, treble dan lebih awet. Sementara speaker yang kecil magnet kualitasnya bisa di pastikan kurang baik.

4. Energi atau daya
Daya atau energi listrik yang besar tidak begitu berhubungan dengan indahnya suara tetapi berhubungan dengan kerasnya suara sehingga anda tidak memerlukan speaker dengan daya yang besar jika ingin menggunakannya di dalam ruangan. Namun jika anda ingin menambah sensasi dalam mendengarkan musik pilihan daya listrik yang besar bisa anda coba. Ingat juga kalau sebelum anda membeli speaker lihat daya pada yang tertulis langsung di speaker, bukan yang di kertas yang dibuat pemilik toko.

5. Cone speaker
Pilihlah speaker yang mempunyai cone yang berkualitas. Cone speaker yang baik akan memberi tambahan warna terhadap suara speaker yang anda dengar. Untuk cone yang bagus pilihlah yang terbuat dari bahan kertas presser yang menjadikan suara speaker juga jadi lebih empuk.

6. Daun speaker
Kelenturan dari daun speaker akan menyebabkan speaker anda sering bekerja keras karena setiap waktu di pakai oleh anda. Pilihlah daun speaker yang lentur, agar suara speaker bisa lebih empuk dan enak didengar.

Demikianlah beberapa tips yang dapat menjadi masukan terhadap teman-teman yang akan membeli speaker aktif. Semoga bermanfaat dan terima kasih. 




Jumat, 03 Januari 2014

Bagian-Bagian Kabel NYRGBY


Salah satu jenis kabel tanah selain kabel NYFGBY adalah kabel NYRGBY. Kabel type NYFGBY dan NYRGBY sering kita jumpai di pasang dan diaplikasikan untuk tegangan menengah seperti untuk suplai penerangan lampu jalan, suplai lampu merah, dan juga sebagai penghubung antara panel satu dengan lainnya, dimana kabel tersebut ditanam dalam tanah.

Pada kesempatan kali ini akan kami bahas tentang bagian-bagian kabel NYRGBY, antara lain :
  1. Konduktor sebagai penghantar arus listrik.
  2. Isolasi sebagai penyekat antara konduktor satu dengan lainnya, agar tak terjadi break down / konsleting.
  3. Innersheath adalah isolasi layer dalam berfungsi mengikat agar pilinan cabling tetap pada diameter tertentu.
  4. Armouring adalah penyekat atau pelindung mekanis agar konduktor terjaga dari bahaya luar agar tidak terjadi break down / konsleting. NYFGBY berpelindung galvanized steel flat, sedangkan NYRGBY berpelindung galvanized round wire.
  5. Outersheath adalah isolasi layer luar berfungsi sebagai pelindung mekanis juga sebagai pengikat kabel agar pada posisi di diameter tertentu.

Demikian sekilas tentang bagian-bagian kabel NYRGBY. Semoga bermanfaat.



Minggu, 29 Desember 2013

Mengenal Apa Itu Sound System?

http://www.mediaproyek.com/

Dalam kehidupan sehari-hari maupun di proyek, sering kita mendengar kata sound Sytem. Dalam dunia audio professional khususnya, banyak sekali berbagai cara untuk mendapatkan kualitas suara yang mungkin baik dan bagus untuk kita dengar. Sebenarnya apa itu Sound System? Mari kita bahas.

“Tata suara” barangkali terjemahan paling mendekati untuk istilah “sound system”. Namun para praktisi lebih menyebut Soundsystem untuk seperangkat peralatan reproduksi suara yang meliputi microphone, kaset/tape recorder - player, mixer (pencampur suara), amplifier, speaker monitor.

Dalam sound system itu sendiri terdiri dari dua sistem,yaitu:
1. Public Adress Sistem
Public Adress Sistem merupakan seperangkat audio yang dipasang pada suatu gedung bertingkat ataupun gedung-gedung lainya dengan tujuan menyampaikan pengumuman singkat atau menandakan suatu keadaan darurat di gedung tersebut. Sistem ini memiliki cara kerja mendistribusikan suara diseluruh tempat tersebut. Dilihat dari peralatannya sistem ini lebih simple dan mudah, karena pendistribusian sinyal audionya menggunakan sistem voltage dalam skala kecil, namun jangkauannya dapat lebih jauh dan bahkan ke beberapa speaker.

Adapun beberapa perangkatnya seperti speaker ceiling, bamplifier, bsignal processor, bahkan mixer PA.

http://www.mediaproyek.com/
Rack PA System
Kelebihan :
  • Peralatan yang digunakan lebih sedikit dan simple.
  • Sistem pengkabelannya lebih sederhana
  • Harganya lebih murah
  • Jangkauan dari sistem dapat dilink ke beberapa speaker.

Kekurangan:
  • Hasil suara hanya sebatas orang bicara (tidak terlalu detail).
  • Hanya dapat digunakan pada fungsinya saja.
  • Biasanya harus sering maintenance alat karena sistem ini harus menyala 24 jam.

2. Sound Reinforcement
Sound Reinforcement adalah sistem yang lebih besar lagi untuk menjamak audience dalam jumlah banyak dan luas dalam suatu tempat, misalnya live musik outdoor, konser indor atau outdoor, dll.

http://www.mediaproyek.com/

Sistem ini lebih kompleks baik dari X-over speaker, equalisasi, delay speaker, limiter dan aplikasi pendukung lainnya. Dilihat dari segi quantity peralatan pun lebih banyak mulai dari ratusan microfon, mixer audio, Processor, audio controller, remote amplifier, line array speaker, gate, limiter, effect, dll. Nah itu semua dijadikan satu sistem yang kompleks hingga dapat menghasilkan suara yang bagus, detail dan dapat menjangkau banyak audience.

http://www.mediaproyek.com/
Application of Concert
Kelebihan :
  • Dapat menjangkau atau mengcover ruangan maupun lapangan yang luas.
  • Dapat mendistribusikan suara ke lebih banyak audience.
  • Suara yang dihasilkan lebih detail, lebih kuat,dan berkualitas.

Kekurangan :
  • Sistem yang digunakan lebih kompleks dan rumit.
  • Memakan biaya yang sangat mahal
  • Terlalu banyak peralatan yang dipakai.

Demikian sedikit ulasan tentang sound system. Terima kasih.



Sabtu, 21 Desember 2013

Mengenal Lebih Dekat "Magnetic Contactor"

http://www.mediaproyek.com/

Salah satu komponen panel yang sering digunakan dalam panel di proyek kita adalah Kontaktor (Magentic Contactor). Kontaktor (Magnetic Contactor) yaitu peralatan listrik yang bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Pada kontaktor terdapat sebuah belitan yang mana bila dialiri arus listrik akan timbul medan magnet pada inti besinya, yang akan membuat kontaknya tertarik oleh gaya magnet yang timbul tadi. Kontak Bantu NO (Normally Open) akan menutup dan kontak Bantu NC (Normally Close) akan membuka.

Kontak pada kontaktor terdiri dari kontak utama dan kontak Bantu. Kontak utama digunakan untuk rangkaian daya sedangkan kontak Bantu digunakan untuk rangkaian kontrol.

Komponen penting pada kontaktor (Magnetic Contactor), antara lain :
  1. Kumparan magnet (coil) dengan simbol A1 – A2 yang akan bekerja bila mendapat sumber tegangan listrik.
  2. Kontak utama terdiri dari simbol angka : 1,2,3,4,5, dan 6.
  3. Kontak bantu biasanya tediri dari simbol angka 11,12,13,14, ataupun angka 21,22,23,24 dan juga angka depan seterusnya tetapi angka belakang tetap dari 1 sampai 4.

Jenis kontaktor magnet (Magnetic Contactor) ada 3 macam, yaitu :
  1. Kontaktor magnet utama.
  2. Kontaktor magnet bantu.
  3. Kontaktor magnet kombinasi.

Spesifikasi kontaktor magnet yang harus diperhatikan adalah kemampuan daya kontaktor ditulis dalam ukuran Watt / KW, yang disesuaikan dengan beban yang dipikul, kemampuan menghantarkan arus dari kontak – kontaknya, ditulis dalam satuan ampere, kemampuan tegangan dari kumparan magnet, apakah untuk tegangan 127 Volt atau 220 Volt, begitupun frekuensinya, kemampuan melindungi terhadap tegangan rendah, misalnya ditulis ± 20 % dari tegangan kerja. Dengan demikian dari segi keamanan dan kepraktisan, penggunaan kontaktor magnet jauh lebih baik dari pada saklar biasa.

Keuntungan penggunaan kontaktor magnetis sebagai pengganti peralatan kontrol yang dioperasikan secara manual meliputi hal :
  1. Pada penangan arus besar atau tegangan tinggi, sulit untuk membangun alat manual yang cocok. Lebih dari itu, alat seperti itu besar dan sulit mengoperasikannya. Sebaliknya, akan relatif sederhana untuk membangun kontaktor magnetis yang akan menangani arus yang besar atau tegangan yang tinggi, dan alat manual harus mengontrol hanya kumparan dari kontaktor.
  2. Kontaktor memungkinkan operasi majemuk dilaksanakan dari satu operator (satu lokasi) dan diinterlocked untuk mencegah kesalahan dan bahaya operasi.
  3. Pengoperasian yang harus diulang beberapa kali dalam satu jam, dapat digunakan kontaktor untuk menghemat usaha. Operator secara sederhana harus menekan tombol dan kontaktor akan memulai urutan event yang benar secara otomatis.
  4. Kontaktor dapat dikontrol secara otomatis dengan alat pilot atau sensor yang sangat peka.
  5. Tegangan yang tinggi dapat diatasi oleh kontaktor dan menjauhkan seluruhnya dari operator, sehingga meningkatkan keselamatan / keamanan instalasi.
  6. Dengan menggunakan kontaktor peralatan kontrol dapat dipasangkan pada titik-titik yang jauh. Satu-satunya ruang yang diperlukan dekat mesin adalah ruangan untuk tombol tekan.
  7. Dengan kontaktor, kontrol otomatis dan semi otomatis mungkin dilakukan dengan peralatan seperti kontrol logika yang dapat diprogram seperti Programmable Logic Controller (PLC).

Demikian sedikit ulasan tentang Kontaktor (Magnetic Contactor). Semoga bermanfaat.