Minggu, 08 September 2013

Hak Dan Kewajiban Konsultan Perencana


Pada kesempatan yang lalu telah dibahas tentang unsur-unsur dalam sebuah pembangunan proyek, dimana terdapat Konsultan yang diantaranya Konsultan Perencana. Pada kesempatan yang lalu juga telah kita bahas hak dan kewajiban Pemberi Tugas (Pemilik Proyek) Dalam Proyek Konstruksi. Pada kesempatan ini akan kami bahas hak dan kewajiban Konsultan Perencana, antara lain :
  1. Membuat perencanaan secara lengkap yang terdiri dari gambar perencanaan, rencana kerja dan syarat-syarat, perhitungan struktur dan perencanaan anggaran biaya.
  2. Menyiapkan dokumen untuk proses lelang / tender.
  3. Membantu dalam peleangan proyek seperti memberikan penjelasan dalam rapat pemberian pekerjaan dan membuat berita acara penjelasan.
  4. Memberikan usulan serta pertimbangan kepada pengguna jasa dan pihak kontraktor tentang pelaksanaan pekerjaan.
  5. Memberikan jawaban dan penjelasan kepada kontraktor tentang hal-hal yang kurang jelas dari gambar perencanaan, rencana kerja dan syarat-syarat.
  6. Membuat gambar revisi jika ada perubahan pekerjaan.
  7. Menghadiri rapat koordinasi pengelola proyek.
  8. Mempelajari petunjuk-petunjuk teknis, peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.
  9. Mengadakan koordinasi dengan Sub Dinas lain dan Instansi terkait sesuai dengan bidangnya.
  10. Menyusun rencana strategis Dinas.

Demikian sedikit penjelasan tentang hak dan kewajiban konsultan perencana. Semoga bermanfaat...

Jumat, 06 September 2013

Isi Surat Penawaran Tender


Sebelum pelaksanaan sebuah proyek dimulai, terlebih dahulu diadakan sebuah tender/pelelangan. Bagi anda yang telah lama berkecimpung dalam dunia proyek mungkin sudah familiar tentang bagaimana sebuah pelaksanaan tender dan apa saja isi sebuah surat penawaran tender. Namun bagi pemula, dibawah ini akan kami sajikan isi atau kelengkapan apa saja yang harus dilampirkan dalam sebuah surat/dokumen penawaran tender/pelelangan secara umum, yaitu sebagai berikut :
  1. Neraca perusahaan tahun terakhir.
  2. Daftar susunan pemilik modal perusahaan.
  3. Daftar susunan pengurus perusahaan.
  4. Akta pendirian perusahaan.
  5. Surat ijin usaha pada bidang pekerjaan.
  6. Bukti pengalaman kerja perusahaan pada bidang pekerjaan.
  7. Daftar peralatan yang diperlukan pada pelaksanaan proyek.
  8. Surat keterangan NPWP.
  9. Referensi bank.
  10. Jaminan penawaran.
  11. Surat pernyataan kesanggupan bekerja.
  12. Dokumen lain yang dipersyaratkan dalam RKS.

Demikian beberapa kelengkapan surat penawaran dalam sebuah tender/pelelangan yang umum dilakukan di Indonesia. Semoga bermanfaat bagi yang berkecimpung dalam pekerjaan tender dan semoga menang dalam tender. Terima kasih....


Kamis, 05 September 2013

Batu Bata Merah Vs Batako


Dalam membangun sebuah rumah, seringkali kita bingung dalam menentukan material dinding yang akan dipakai. Apakah menggunakan dinding batu bata merah atau batako? Di bawah ini akan kami ulas beberapa kelebihan dan kekurangan antara batu bata merah dengan batako.

Kelebihan batu bata merah untuk dinding :
  1. Kedap air, sehingga jarang terjadi rembesan pada tembol akibat air hujan.
  2. Keretakan relatif jarang terjadi.
  3. Kuat dan tahan lama.
  4. Penggunanaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 – 12 m2.
  5. Memberikan suhu yang tepat pada ruangan (terlebih pada iklim tropis). Pada cuaca panas, material bata merah akan mereduksi panas sehingga suhu ruangan lebih sejuk. Pada saat angin atau hujan, dinding bata tidak terlalu berpengaruh pada suhu ruang.

Kekurangan bata merah untuk dinding :
  1. Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan batako dan bahan dinding lainnya.
  2. Biaya lebih tinggi.

Kelebihan batako untuk dinding :
  1. Dinding batako bagus sebagai material dinding rumah yang kedap terhadap air.
  2. Pemasangan batako cepat sehingga membutuhkan biaya pekerjaan yang lebih murah.

Kekurangan batako untuk dinding :
  1. Mudah terjadi keretakan pada dinding batako.
  2. Lubang pada bagian dalam batako akan membuat dinding rumah mudah untuk dilubangi jika lubang batako tersebut tidak diisi dengan adukan spesi.

Demikian beberapa kelebihan dan kekurangan antara batu bata merah dengan batako. Silahkan dipilih sendiri mana yang lebih tepat untuk dinding rumah anda. Terima kasih....

Rabu, 04 September 2013

Cara Merancang Sumur Resapan


Sumur resapan merupakan sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan agar dapat meresap ke dalam tanah. Sumur resapan digali dengan kedalaman di atas muka air tanah. Penerapan sumur resapan ini dalam kehidupan sehari-hari penting artinya. Beberapa fungsi sumur resapan bagi kehidupan manusia adalah sebagai pengendali banjir, melindungi dan memperbaiki (konservasi) air tanah, serta menekan laju erosi.

Bentuk dan jenis bangunan sumur resapan dapat berupa bangunan sumur resapan air yang dibuat segi empat atau silinder dengan kedalaman tertentu dan dasar sumur terletak di atas permukaan air tanah. Berbagai jenis konstruksi sumur resapan adalah:
  1. Sumur tanpa pasangan di dinding sumur, dasar sumur tanpa diisi batu belah maupun ijuk (kosong)
  2. Sumur tanpa pasangan di dinding sumur, dasar sumur diisi dengan batu belah dan ijuk.
  3. Sumur dengan susunan batu bata, batu kali atau bataki di dinding sumur, dasar sumur diisi dengan batu belah dan ijuk atau kosong.
  4. Sumur menggunakan buis beton di dinding sumur
  5. Sumur menggunakan blawong (batu cadas yang dibentuk khusus untuk dinding sumur).
Untuk mengaplikasikan teknik pembuatan sumur resapan maka diperlukan tahap sebagai berikut:
  1. Melakukan analisis curah hujan. Analisa terhadap curah hujan dimaksudkan untuk menghitung intensitas curah hujan maksimum pada perioda ulang tertentu. Dengan mengetahui intensitas curah hujan maksimum maka kapasitas sumur resapan akan dapat dihitung.
  2. Menghitung luas tangkapan hujan. Bersama-sama dengan intensitas curah hujan maksimum dengan periode ulang tertentu akan dapat dihitung besarnya debit aliran.
  3. Menganalisis lapisan tanah/batuan. Lapisan tanah terdiri dari berbagai macam lapisan mulai dari tanah belempung, pasir berlempung dan gravel atau kombinasi dari lapisan tersebut. Sumur resapan akan sangat efisien jika dibuat sampai pada daerah dengan lapisan batuan yang terdiri dari pasir atau gravel.
  4. Pemasangan sumur. Sumur resapan dapat dibangun dengan menggunakan bis beton dengan lapisan porus atau susunan batu bata yang disusun secara teratur.
Beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran atau diameter sumur resapan bergantung pada :
  1. Luas permukaan penutupan, yaitu lahan yang airnya akan ditampung dalam sumur resapan, meliputi luas atap, lapangan parkir dan perkerasan-perkerasan lain.
  2. Karakteristik hujan, meliputi intensitas hujan, lama hujan, selang waktu hujan. Secara umum dapat dikatakan bahwa makin tinggi hujan, makin lama berlangsungnya hujan memerlukan volume sumur resapan yang makin besar. Sementara selang waktu hujan yang besar dapat mengurangi volume sumur yang diperlukan.
  3. Koefisien permeabilitas tanah, yaitu kemampuan tanah dalam melewatkan air per satuan waktu. Tanah berpasir mempunyai koefisien permeabilitas lebih tinggi dibandingkan tanah berlempung.
    Tinggi muka air tanah, pada kondisi muka air tanah yang dalam, sumur resapan perlu dibuat secara besar-besaran karena tanah benar-benar memerlukan pengisian air melalui sumur-sumur resapan. Sebaliknya pada lahan yang muka airnya dangkal, pembuatan sumur resapan kurang efektif, terutama pada daerah pasang surut atau daerah rawa dimana air tanahnya sangat dangkal.

Untuk membangun sumur resapan agar dapat memberikan kontribusi yang optimum diperlukan metoda perhitungan sebagai berikut (Sunjoto,1992) :
  1. Menghitung debit masuk sebagai fungsi karakteristik luas atap bangunan dengan formula rasional (Q=CIA, Q=debit masuk, C=koefisien aliran (jenis atap rumah), I=intensitas hujan, A=luas atap)
  2. Menghitung kedalaman sumur optimum diformulakan sebagai berikut:H = Q/FK
    [1-exp(-(FKT/pR2)]H = Kedalaman air (m)
    Q = Debit masuk (m3/dt)
    F = Faktor geometrik (m)
    K = Permeabilitas tanah (m/dt)
    R = Radius sumur.
    T = Durasi aliran (dt).
  3. Evaluasi jenis fungsi dan pola letak sumur pada jarak saling pengaruh guna menentukan kedalaman terkoreksi dengan menggunakan multi well system.
Sebagai gambaran bagi kita jika akan membangun suatu sumur resapan akan tetapi tidak ingin direpotkan oleh perhitungan yang cukup merepotkan maka dibawah ini kami sajikan tabel volume sumur resapan yang dapat digunakan sebagai bahan acuan.

 

Demikian sedikit ulasan tentang cara merancang volume sumur resapan. Semoga bermanfaat....

Selasa, 03 September 2013

Uniknya Rumah Botol Bandung


Bandung - Rumah botol milik arsitek kondang dari Bandung M. Ridwan Kamil, ST., MUD ini memang patut diacungi jempol. Rumah yang memanfaatkan botol bekas minuman berenergi ini mendapat gelar juara dalam Green Design Award 2009, yang diselenggarakan oleh BCI Asia. Rumah tinggalnya yang memanfaatkan botol bekas minuman berenergi itu ternyata berhasil menyisihkan karya delapan puluh peserta lain dari delapan negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Hongkong, dan Cina. Sungguh benar-benar prestasi anak bangsa yang sangat membanggakan.

Rumah ini menghabiskan 30.000 botol bekas yang berdiri di atas tanah seluas 373 meter persegi, di kawasan Cigadung Selatan, Bandung. Selain ramah lingkungan, rumah botol juga berjasa dalam penghematan energi. Dindingnya yang terbuat dari kaca, membuat sinar matahari lebih mudah masuk sehingga tidak perlu menyalakan lampu pada siang hari.

Bermula dari ide saat melihat pekerja bangunan di rumahnya yang sering minum minuman berenergi, ide memanfaatkan botol bekas pun muncul. “Ide membuat rumah botol itu datang dari pekerja yang menggarap rumah saya. Mereka itu sering mengonsumsi minuman berenergi itu. Botol-botolnya jadi sampah. Dari situ mulai ada ide, apalagi warnanya cokelat, senada dengan warna kayu,” ucap pria kelahiran Bandung, 4 Oktober 1971 itu.

Bentuk rumah botol didesain memiliki dua sayap, yakni sayap depan dan belakang. Di bagian tengah rumah terdapat sebuah taman. Desain ini sengaja untuk bisa menangkap sinar matahari lebih banyak. Akibatnya, cahaya matahari bisa masuk dari tiga sisi rumah.

Bentuk bangunan yang memiliki dua sayap juga membuat udara mengalir bebas. Sehingga rumah tersebut lebih mengandalkan udara alami ketimbang alat pendingin. Udara panas di luar juga tidak membuat gerah di dalam. Radiasi panas terperangkap di dalam botol-botol bekas yang menjadi dinding rumah.

Di bagian luar lantai dua, juga tampak botol-botol itu disusun seperti kubus seukuran 50x50 centimeter. Kubus-kubus dari susunan botol bekas itu diselingi dengan kaca-kaca dengan ukuran serupa. Rumah botol ini beralamat di Jalan Cigadung Selatan, Nomor VII/a28, Kota Bandung.

Setelah nanti resmi dilantik sebagai Wali Kota Bandung periode 2013-2018,rencana rumah botol ini akan dijadikan sebagai galery seni atau galery foto.

Berikut kami sajikan foto keunikan rumah botol milik Ridwan Kamil tersebut :









Demikian sedikit ulasan tentang uniknya rumah botol di Bandung yang menjadi karya anak bangsa yang membanggakan. Semoga ke depan banyak bermunculan bangunan-bangunan yang membanggakan di Indonesia. Semoga menjadi inspirasi bagi arsitek-arsitek muda Indonesia lainnya. Terima kasih.

Senin, 02 September 2013

Kebutuhan Air Pada Bangunan


Air merupakan material yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Dalam merancang sebuah bangunan, kita juga harus memperhatikan akan kebutuhan air pada bangunan tersebut.

Air menurut kebutuhannya dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
  1. Air bersih (dingin atau Panas).
  2. Air kotor (air sisa, air limbah, air hujan dan air limbah khusus).

Adapun syarat-syarat fisik air minum adalah sebagai berikut :
  1. Jernih, bersih, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak mempunyai rasa.
  2. Mempunyai suhu kira-kira 10-20 derajad Celsius.
  3. Memenuhi syarat kesehatan.

Kebutuhan air dalam bangunan artinya air yang dipergunakan baik oleh penghuninya ataupun oleh keperluan-keperluan lain yang ada kaitannya dengan fasilitas bangunan.

Kebutuhan air didasarkan sebagai berikut:
  1. Kebutuhan untuk minum, memasak/dimasak. Untuk keperluan mandi, buang air kecil dan air besar. Untuk mencuci, cuci pakaian, cuci badan, tangan, cuci perlatan dan untuk proses seperti industri.
  2. Kebutuhan yang sifatnya sirkulasi: air panas, water cooling/AC, kolam renang, air mancur taman.
  3. Kebutuhan yang sifatnya tetap: air untuk hidran dan air untuk sprinkler.

Kebutuhan air terhadap bangunan tergantung fungsi kegunaan bangunan dan jumlah penghuninya. Besar kebutuhan air khususnya untuk kebutuhan manusia dihitung rata-rata per orang per hari tergantung dari jenis bangunan yang digunakan untuk kegiatan manusia tersebut. Berikut kami sajikan tabel kebutuhan air pada bangunan berdasarkan jenis-janis bangunannya sebagai berikut :


Demikian sedikit penjelasan tentang kebutuhan air pada sebuah bangunan. Semoga bermanfaat....

Pengertian Indeks Proteksi Dan Cara Membacanya


Dalam sebuah box panel atau motor sering kita lihat di name platenya tulisan IP ( Indeks Proteksi). IP (Indeks Proteksi) adalah istilah yang digunakan untuk mengukur kualitas dari Box Enclosure. Indeks Proteksi terdiri dari 3 angka yang masing-masing memiliki arti tersendiri, misalnya IP500, IP445 dan sebagainya. Namun kenyataan di lapangan bahwa Indeks Proteksi yang umum digunakan hanya 2 angka saja misalnya IP45, IP55 dan sebagainya. Penggunaan nilai Indeks Proteksi pada Box Enclosure tergantung pada penggunaanya, semakin tinggi nilai IP maka semakin mahal harga Box Enclosure tersebut.

Berikut kami sajikan tabel IP (Indeks Proteksi) berikut cara membacanya :


Demikian sedikit ulasan tentang pengertian indeks proteksi dan cara membacanya. Semoga bermanfaat...