Kamis, 22 Agustus 2013

Mengintip Keelokan Arsitektur Rumah Joglo


Rumah Joglo merupakan rumah adat yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Rumah dengan bentuk limasan ini memiliki keunikan arsitektur yang rumit. Keunikan desain rumah ini adalah proses pembangunan rumah tersebut memiliki kandungan nilai falsafah dan sejarah yang dianut oleh masyarakat Jawa. Falsafah-falsafah tersebutlah yang pada akhirnya mempengaruhi pada bentuk dan struktur dari rumah adat joglo.

Joglo adalah jenis rumah adat suku Jawa yang terlihat sederhana dan digunakan sebagai lambang atau penanda status sosial seorang priyayi atau bangsawan Jawa. Rumah ini mempunyai keunikan atau kekhasan tersendiri dengan adanya tiang-tiang penyangga atau soko guru, beserta tumpang sari nya. Setiap bagian rumah merepresentasikan fungsi yang berbeda, yang dibangun di atas lahan yang luas juga. Oleh karena itu, rumah ini hanyalah dipunyai orang dari kalangan berpunya saja.

Umumnya bagian rumah joglo terdiri dari tiga bagian utama, yaitu pendhopo, pringgitan, dan omah ndalem atau omah njero. Pendhopo adalah bagian rumah yang biasanya digunakan untuk menerima tamu. Pringgitan adalah bagian ruang tengah yang digunakan untuk pertunjukan wayang kulit; berasal dari akar kata “ringgit” yang artinya wayang kulit. Bagian ketiga adalah omah ndalem atau omah njero, yang merupakan ruang keluarga. Dalam omah njero terdapat tiga buah kamar (senthong), yaitu senthong kanan, tengah, dan kiri.

Dilihat dari strukturnya, rumah adat Jawa Tengah mungkin terlihat lebih sederhana. Pembangunan bagian rumah seperti pendhopo membutuhkan empat buah tiang penyangga guna menyangga berdirinya rumah. Tiang-tiang tersebut dinamakan soko guru, yang juga merupakan lambang penentu arah mata angin. Dari empat soko guru tersebut, terdapat juga tumpang sari yang merupakan susunan terbalik yang tersangga soko guru. Ndalem atau omah njero digunakan sebagai inti dari sebuah Joglo. Dilihat dari struktur tata ruangnya, bagian ndalem mempunyai 2 ketinggian yang berbeda. Hal ini bertujuan agar terdapat ruang sebagai tempat sirkulasi udara.

Ciri khas rumah adat joglo adalah adanya ornamen ukir pada tiang kayu penyangga atap rumah. Desain ruang keluarga diatas terlihat natural dengan warna cat pada bangunan berwarna bening. Hal ini memberikan warna natural kayu terlihat sangat cantik. Terlebih dengan adanya furniture minimalis yang didesain sederhana menyesuaikan model bangunan yang diusung.

Sedangkan ruang makan didesain sedemikian rupa sehingga sangat serasi dengan meja makan dan kusi yang digunakannya. Desain lantai rumah joglo akan telihat indah jika menggunkan bahan kayu. Penggunaan bahan kayu juga sangat tepat diterapkan pada plafon bangunan.

Desain teras rumah adat jawa ini juga memiliki karakter tersendiri. Pada siku-siku tiang bangunan biasanya terdapat ornamen ukiran yang membuat bangunan jauh lebih indah. Berikut kami sajikan beberapa foto rumah joglo yang menjadi rumah adat Jawa Tengah :










Demikian sedikit penjelasan tentang keelokan rumah joglo yang menjadi kebanggan masyarakat Jawa Tengah. Semoga menambah wawasan kita. Terima kasih....






Rabu, 21 Agustus 2013

Sistem Penyampaian Dokumen Penawaran Dalam Tender / Pelelangan


Sobat agan-agan yang tercinta, pada kesempatan yang lalu telah kita bahas tentang Jenis-Jenis Pelelangan Proyek. Pada kesempatan ini akan kami ulas tentang sistem penyampaian dokumen penawaran dalam sebuah tender/pelelangan proyek.

Dalam sebuah tender/lelang proyek, ada beberapa sistem penyampaian dokumen penawaran oleh Kontraktor ke Pemilik Proyek, antara lain :
1. Satu Tahap Satu Sampul
Penggunaan dari sistem ini adalah untuk pengadaan yang bersifat sederhana dan spesifikasi teknisnya jelas. Adapun teknis pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
  • Keseluruhan dokumen dimasukkan dalam satu sampul.
  • Surat penawaran dilengkapi persyaratan administrasi, teknis & harga, dll.

2. Satu Tahap Dua Sampul
Penggunaan dari sistem ini adalah untuk memisahkan antara dokumen administrasi/teknis dengan dokumen penawaran harga. Adapun teknis pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
  • Sampul pertama berisi data administrasi dan teknis.
  • Sampul kedua berisi data penawaran harga (hanya dibuka bagi yang lulus administrasi dan teknis).
  • Sampul 1 dan 2 dimasukkan ke dalam sampul penutup.

3. Dua Tahap
Penggunaan dari sistem ini adalah pengadaan yang berkaitan dengan penggunaan teknologi tinggi, komples, dan resiko tinggi. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut :
a. Tahap 1
Pada tahap ini dimasukkan sampul yang memuat persyaratan administrasi dan teknis.

b. Tahap 2
Rekanan/kontraktor yang dinyatakan lulus oleh panitia pada evaluasi tahap pertama, diminta untuk memasukkan surat penawaran harga yang dimasukkan ke dalam sampul kedua.

Demikian sedkit penjelasan tentang sistem penyampaian dokumen penawaran dalam sebuah tender/pelelangan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita dalam melakukan sebuah tender/pelelangan proyek. Terima kasih....


Konsep Dan Aplikasi TOR


Sebelum melaksanakan sebuah proyek, biasanya Pemilik Proyek membuat sebuah Term Of Reference/Kerangka Acuan Kerja. Kerangka Acuan Kerja/Term Of Reference (TOR) dalam sebuah proyek sangatlah diperlukan sekali, sebab Kerangka Acuan Kerja/Term Of Reference (TOR) adalah suatu dokumen yang berisi penjelasan/keterangan mengenai kegiatan yang diusulkan untuk dianggarkan dan perkiraan biayanya.

Informasi yang disajikan dapar berfungsi sebagai :
  1. Alat bagi pimpinan untuk melakukan pengendalian kegiatan proyek yang dilakukan oleh bawahannya.
  2. Alat bagi perencana anggaran untuk menilai urgensi pelaksanaan kegiatan proyek tersebut dari sudut pandang keterkaitan dengan tupoksi (tugas, pokok dan fungsi).
  3. Alat bagi pihak-pihak pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan realisasi kegiatan proyek tersebut.

Adapun komponen-komponen yang terkandung dalam Term Of Refence (TOR) adalah sebagai berikut :
1. What
Menguraikan mengenai kegiatan dan output apa yang akan dihasilkan. Berarti tujuan yang akan dicapai oleh kegiatan proyek tersebut secara eksplisit sudah dijelaskan dalam TOR. Apa yang mau dicapai, apa yang akan dihasilkan sudah barang tentu menjadi target dari pelaksanaan proyek yang dimaksud.

2. Why
Menerangkan tentang alasan perlunya kegiatan tersebut dilaksanakan dalam hubungannya dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja (Satker) tersebut. Kegiatan yang dilakukan oleh suatu Satker, harus mengacu pada Tupoksinya.

3. Who
Menjelaskan tentang penanggungjawab proyek dan siapa sasaran yang akan menerima layanan tersebut.

4. When
Menjelaskan rencana waktu pelaksanaan proyek.

5. Where
Menerangkan tentang lokasi pelaksanaan proyek.

6. How Long
Menjelaskan tentang waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek.

7. How
Menjelaskan tentang bagaimana proyek tersebut akan dilaksanakan termasuk metode kerja yang akan digunakan.

8. How Much
Menjelaskan tentang rencana biaya yang diperlukan untuk melaksanakan proyek tersebut yang diperinci dengan adanya Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Demikian sedikit penjelasan tentang konsep dan aplikasi Term Of Refence (TOR) pada sebuah proyek. Semoga bermanfaat. Terima kasih.....

















Selasa, 20 Agustus 2013

Mengenal Jenis-Jenis Sanitair

Kamar mandi merupakan sebuah ruangan yang membutuhkan berbagai macam jenis sanitair. Peralatan sanitair sendiri merupakan bagian dari pekerjaan instalasi air (plumbing). Dalam sebuah proyek konstruksi, peralatan sanitair ada yang dimasukkan ke dalam paket pekerjaan arsitektur, namun adakalanya di sebuah proyek juga dimasukkan ke dalam paket pekerjaan mekanikal plumbing, sebab terkadang pemilik proyek tidak mau pusing dan dijadikan satu dengan pekerjaan pemipaan.

Pada kesempatan ini, tidak perlu kita mempermasalahkan hal tersebut di atas. Namun kami akan mengulas tentang jenis-jenis sanitair yang biasa dipakai di sebuah proyek konstruksi. Bagi yang telah lama berkecimpung di proyek mungkin sudah hafal tentang jenis-jenis sanitair, namun yang masih awam akan kami bantu sajikan jenis-jenis sanitar, seperti di bawah ini :

1. Closet
Closet Duduk


Closet Jongkok

Closet merupakan peralatan sanitair yang berfungsi sebagai tempat pembuangan air besar. Secara garis besar closet dibedakan menjadi 2, yaitu closet duduk dan closet jongkok seperti yang terihat pada gambar di atas.

2. Urinoir

Urinoir merupakan peralatan sanitair yang berfungsi sebagai tempat pembuangan air kecil bagi pria. Umumnya pemasangan urinoir digantung pada dinding. Jika urinoirnya lebih dari satu biasanya antar urinoir dipasang sekat/partisi urinoir.

3. Bidet

Bidet merupakan peralatan sanitair yang berfungsi sebagai tempat pembuangan air kecil bagi perempuan. Di Indonesia bidet jarang digunakan.

4. Bathub

Bathub merupakan peralatan sanitair yang berfungsi sebagai tempat mandi atau berendam.

5. Wastafel
Wastafel Gantung


Wastafel Meja

Wastafel merupakan peralatan sanitair yang berfungsi sebagai tempat mencuci tangan. Secara umum wastafel dibedakan menjadi 2, yaitu wastafel gantung dan wastafel meja.

6. Shower
Hand Shower


Fix Shower

Shower merupakan peralatan sanitair yang berfungsi sebagai saluran ujung air yang digunakan untuk menyemprotkan air untuk mandi. Pada umumnya, showeer dibedakan menjadi 2, yaitu hand shower dan fix shower.

7. Jet Washer

Jet washer merupakan salah satu accesories closet duduk yang berfungsi sebagai tempat mengeluarkan air. untuk closet jongkok biasanya tidak menggunakan jet washer.

8. Kran Air

Kran air merupakan peralatan sanitair yang berfungsi untuk membuka dan menutup aliran air dalam pipa.

9. Robe Hook

Robe hook merupakan peralatan sanitair yang berfungsi sebagai tempat menggantungkan baju atau celana di kamar mandi atau toilet.

10. Towel Bar

Towel bar merupakan peralatan sanitair yang berfungsi sebagai menggantungkan handuk di kamar mandi.

11. Floor Drain

Floor drain merupakan peralatan sanitair yang berfungsi sebagai saringan dalam saluran pembuangan air bekas di kamar mandi.

12. Clean Out

Clean out merupakan peralatan sanitair yang berfungsi sebagai tempat pengecekan apabila saluran air bekas mampet. Biasanya clean out dipasang di instalasi yang berbelok. Clean out ditutup dengan baut dan bisa dibuka apabila terjadi mampet saluran air pembuangan.

13. Whirlpool dan Jacuzzi

Whirlpool dan Jacuzzi merupakan peralatan sanitair yang berbentuk seperti bathub tetapi memiliki fasilitas pengaturan air yang cukup lengkap. Kekuatan pancar dan suhu air bisa diatur. Biasanya peralatan sanitair ini digunakan untuk berendam.

Demikian beberapa jenis-jenis peralatan sanitair yang biasa digunakan. Semoga bermanfaat....

Senin, 19 Agustus 2013

Hak dan Kewajiban Pemberi Tugas (Pemilik Proyek) Dalam Proyek Konstruksi


Telah kita ketahui bersama bahwa unsur-unsur dalam proyek konstruksi terdiri dari Pemberi Tugas (Pemilik Proyek), Konsultan (Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas, dll) dan Kontraktor (Pelaksana Proyek). Pada postingan yang lalu telah dibahas hubungan antar ketiga unsur pembangunan tersebut.

Pada kesempatan ini akan kami ulas tentang hak dan kewajiban serta wewenang Pemberi Tugas (Pemilik Proyek) dalam sebuah proyek konstruksi. Berikut paparannya :

Hak dan Kewajiban Pemberi Tugas (Pemilik Proyek), antara lain :
  1. Menunjuk penyedia jasa (Konsultan dan Kontraktor).
  2. Meminta laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang telah dilakukan oleh penyedia jasa (Konsultan dan Kontraktor).
  3. Menyediakan fasilitas baik berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh pihak penyedia jasa (Konsultan dan Kontraktor) untuk kelancaran pekerjaan di lapangan.
  4. Menyediakan lahan untuk pelaksanaan pekerjaan.
  5. Menyediakan dana dan kemudian membayar kepada pihak penyedia jasa (Konsultan dan Kontraktor) sejumlah biaya yang diperlukan untuk mewujudkan sebuah bangunan.
  6. Ikut mengawasi dalam pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan dengan jalan menempatkan atau menunjuk suatu badan atau orang untuk bertindak atas nama Pemberi Tugas (Pemilik Proyek).
  7. Mengesahkan perubahan dalam pekerjaan (bila terjadi perubahan).
  8. Menerima dan mengesahkan pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan oleh penyedia jasa jika produknya telah sesuai dengan apa yang dikehendaki/direncanakan.

Wewenang Pemberi Tugas (Pemilik Proyek), antara lain :
  1. Memberitahukan hasil lelang secara tertulis kepada masing-masing kontraktor.
  2. Dapat mengambil alih pekerjaan secara sepihak dengan cara memberitahu secara tertulis kepada kontraktor jika terjadi hal-hal diluar kontrak yang ditetapkan.

Demikian sedikit uraian tentang hak dan kewajiban serta wewenang Pemberi Tugas (Pemilik Proyek) dalam sebuah proyek konstruksi. Semoga bermanfaat.....

Kemegahan Makam Astana Giri Bangun Karanganyar


Karanganyar - Astana Giribangun adalah sebuah mausoleum bagi keluarga mantan presiden Indonesia ke-2, Suharto. Lokasinya berada di sebelah timur kota Surakarta, Indonesia, tepatnya di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, sekitar 35 km dari Surakarta.

Astana Giri Bangun berada di ketinggian 666 meter diatas permukaan laut, menjadikan astana giri bangun mempunyai udara yang sejuk dan segar. Makam ini dibangun pada tahun 1974 dipersiapkan untuk tempat pemakaman keluarga cendana.

Astana Giri Bangun ini tepat di bawah Astana Mangadeg, komplek pemakaman para penguasa Mangkunegaran, salah satu pecahan Kesultanan Mataram. Pemilihan posisi berada di bawah Mangadeg itu bukan tanpa alasan, yaitu untuk tetap menghormati para penguasa Mangkunegaran, mengingat Ibu Tien Soeharto adalah keturunan Mangkunegoro III.

Komplek makam ini memiliki tiga tingkatan cungkup (bangunan makam), yaitu cungkup Argo Sari teletak di tengah-tengah dan paling tinggi, di bawahnya, terdapat cungkup Argo Kembang, dan paling bawah adalah cungkup Argo Tuwuh.

Pintu utama Astana Giribangun terletak di sisi utara. Sisi selatan berbatasan langsung di jurang yang di bawahnya mengalir Kali Samin yang berkelok-kelok indah dipandang dari areal makam. Terdapat pula pintu di bagian timur kompleks makam yang langsung mengakses ke Astana Mangadeg.

Selain bangunan untuk pemakaman, terdapat sembilan bangunan pendukung lainnya. Di antaranya adalah masjid, rumah tempat peristirahatan bagi keluarga Soeharto jika berziarah, kamar mandi bagi peziarah utama, tandon air, gapura utama, dua tempat tunggu atau tempat istirahat bagi para wisatawan, rumah jaga dan tempat parkir khusus bagi mobil keluarga.

Di bagian bawah, terdapat ruang parkir yang sangat luas. Di masa Soeharto berkuasa, di areal ini terdapat puluhan kios pedagang yang berjualan suvenir maupun makanan untuk melayani peziarah dan wisatawan. Namun kini di tempat itu tidak diizinkan lagi menjadi tempat berjualan dengan alasan keamanan dan ketenangan.

Di bawah ini kami sajikan beberapa foto Astana Giri Bangun :










Demikian sedikit ulasan tentang kemegahan Astana Giri Bangun di Karanganyar Jawa Tengah. Semoga menambah pustaka kita tentang bangunan-bangunan di Indonesia. Terima kasih....






Minggu, 18 Agustus 2013

Cara Kerja Saklar Hotel


Halo bro-bro semua. Selamat pagi. Setelah disibukkan dengan aktivitas lebaran, kali ini ane muncul lagi dengan postingan baru. Sebelumnya ane mengucapkan "Selamat Hari Raya idul Fitri 1434 H Mohon maaf lahir dan bathin buat agan-agan semuanya". Pada kesempatan ini ane akan posting tentang cara kerja saklar hotel atau juga disebut saklar tukar.

Saklar hotel atau saklar tukar adalah saklar yang dapat digunakan untuk menghidupkan dan mematikan lampu dari tempat yang berbeda. Instalasi saklar tukar adalah penggunaan dua buah saklar untuk menyalakan dan menghidupkan satu buah lampu dengan cara bergantian. Rangkaian instalasi penerangan yang menggunakan saklar tukar banyak dijumpai di hotel-hotel atau di rumah penginapan maupun di lorong-lorong yang panjang serta tangga. Sehingga saklar tukar ini dikenal juga sebagai saklar hotel maupun saklar lorong atau saklar tangga. Tujuan dari penggunaan ini ialah untuk efisiensi waktu dan tenaga karena penggunaan saklar ini sangat praktis.

Gambar rangkaian di atas adalah gambar rangkaian saklar hotel atau saklar tukar. Adapun cara kerjanya adalah sebagai berikut :
Lampu akan menyala jika kedua saklar berada pada posisi yang sama, misal posisi saklar berada dibagian kontak atas semua atau kontak bawah semua. Dapat dilihat dari rangkaian di atas. Sedangkan lampu akan padam jika posisi saklar berbeda tempat, misal satu saklar berada di kontak atas dan satu lainnya di kontak bawah atau sebaliknya. Konsep inilah yang menyebabkan saklar bisa dihidupkan maupun dimatikan dari arah bergantian.

Demikian sedikit penjelasan tentang saklar hotel atau saklar tukar atau saklar lorong atau saklar tangga. Semoga bermanfaat.....