Minggu, 07 Juli 2013

Menghitung Material Konstruksi Baja


Dalam sebuah proyek konstruksi baja, kadangkala kita kesulitan untuk menghitung volume material untuk bangunan struktur baja. Lebih-lebih bagi yang baru pertama kali terjun dalam dunia proyek. Untuk menghitung material konstruksi baja, hal pertama yang harus kita ketahui adalah komponen pokok pembentuk struktur baja tersebut. 
Ada beberapa komponen pokok yang pasti ada dalam pekerjaan struktur baja (di luar pondasi, tie beam/sloof, dan pelat lantai beton bertulang) antara lain :
 
  1. Kolom biasanya menggunakan material baja WF
  2. Balok biasanya menggunakan material baja WF
  3. Gording biasanya menggunakan material baja CNP
  4. Pelat baja biasanya digunakan untuk base plate kolom, pengaku, dan pada sambungan. 
  5. Trekstang biasanya menggunakan besi polos dia. 12 mm.
  6. Ikatan angin atau bracing biasanya menggunakan besi polos dia. 16 mm.
  7. Jarum keras atau turn buckle.
  8. Finishing baja biasanya menggunakan cat zinchromate dan cat finish.
  9. Baut-baut. 
  10. Penutup atap menggunakan atap spandek atau atap metal lainnya.
  11. Talang datar dan rangka besi siku.
  12. Penutup dinding menggunakan cladding atau pasangan bata.

Setelah kita mengetahui komponen pokoknya, maka kita hitung volume nya sesuai gambar rencana. Biasanya volume baja dalam satuan kg, maka dihitung terlebih panjang materialnya berapa kemudian lihat tabel baja berapa beratnya / m (kg/m). Dari situ kita akan mendapatkan volume material baja dalam kg.



Di bawah ini kami sajikan beberapa tabel berat material komponen konstruksi baja.



1. Tabel Berat Besi Baja H Beam

No
UKURAN (mm)
PANJANG (M)
Weight (Kg)
BERAT /M1 (Kg)
1
L 100x100x6x8
12
206
17.167
2
L 125x125x5x7
12
222
18.500
3
L 125x125x6.5×9
12
286
23.833
4
L 150x150x7x10
12
378
31.500
5
L 175x175x7x11
12
482
40.167
6
L 200x200x8x12
12
599
49.917
7
L 250x250x9x14
12
869
72.417
8
L 300x300x10x15
12
1128
94.000
9
L 250x350x12x19
12
1644
137.000
10
L 400x400x13x21
12
2064
172.000

Cara membaca tabel berat besi baja H Beam diatas adalah:
Sebagai Contoh : L 100X100X6X8mm-12 M’ 206 kg 17.167
Artinya dimensi besi H beam tersebut adalah :
Panjang 12 M
Tinggi 10 cm
Lebar 10 cm
Tebal Badan 6 mm
Tebal sayap 8 mm
Mempunyai berat total 206 kg
Sedangkan berat per M : 206 / 12 = 17.167


2. Tabel Berat Besi Baja WF ( Wide Flange )

NO.
UKURAN (mm)
PANJANG (M)
Weight (Kg)
BERAT /M1 (Kg)
1
WF 100X50X5 X7
12
112
9.333
2
WF 125X60X6 X8
12
158
13.200
3
WF 148X100X6X9
12
253
21.100
4
WF 150X75X5X7
12
168
14.000
5
WF 175X90X5X8
12
217
18.100
6
WF 198X99X4,5X7
12
218
18.200
7
WF 200X100X3,2X4,5
12
143
11.917
8
WF 200X100X5,5X8
12
256
21.333
9
WF 248X124X5X8
12
308
25.700
10
WF 250X125X6X9
12
355
29.600
11
WF 298X149X6X8
12
384
32.000
12
WF 300X150X6,5X9
12
440
36.700
13
WF 346X174X6X9
12
497
41.417
14
WF 350X175X7X11
12
595
49.600
15
WF 396X199X7X11
12
680
56.625
16
WF 400X200X8 X13
12
792
66.000
17
WF 446X199X8X12
12
794
66.200
18
WF 450X200X9X14
12
912
76.000
19
WF 500X200X10X16
12
1075
89.583
20
WF 588X300X10X16
12
1812
151.000
21
WF 600X200X11X17
12
1272
106.000
22
WF 700X300X13X24
12
2220
185.000
23
WF 800X300X14X26
12
2520
210.000

Cara membaca tabel berat besi baja WF ( Wide Flange) diatas adalah :
Sebagai Contoh : WF 100x50x5x7mm-12 M’ 112 kg 9.333
Artinya dimensi  besi WF tersebut adalah :
Panjang 12 m
Tinggi 10 cm
Lebar 5 cm
Tebal badan 5 mm
Tebal sayap 7 mm
Mempunyai berat total 112 kg
Sedangkan berat per M : 112/12 = 9.333 kg

3. Tabel Berat Besi Baja kanal C/ CNP

No
UKURAN (mm)
PANJANG (M)
Weight (Kg)
BERAT /M1 (Kg)
1
L 60X30X10X1,6
6
9.76
1.627
2
L 75X35X15X1,6
6
12.4
2.067
3
L 75 X45X15X1,6
6
13.9
2.320
4
L 75X45X15X2,3
6
19.5
3.250
5
L 100X50X20X1,6
6
17.5
2.917
6
L 100X50X20X2,3
6
24.4
4.067
7
L 100X50X20X3,2
6
33
5.500
8
L 125X50X20X2,3
6
27.1
4.517
9
L 125X50X20X3,2
6
36.8
6.133
10
L 150X50X20X2,3
6
29.8
4.967
11
L 150X50X20X3,2
6
40.6
6.767
12
L 150X65X20X2,3
6
33
5.500
  13
L 150X65X20X3,2
6
45.1
7.517
  14
L 200X75X20X3,2
6
55.6
9.270

Cara membaca tabel berat besi baja  canal  C diatas adalah :
Sebagai Contoh : L 60x30x10x1.6 mm-6 M’ 9.76 kg 1.627
Artinya dimensi besi Canal C tersebut adalah  :
Panjang 6 m
Tinggi 6 cm
Lebar 3 cm
Bibir 1 cm
Tebal badan 1.6 cm
Mempunyai berat  total adalah 9.76 kg
Sedangkan berat per M : 206/6 = 1.627 kg

Demikian, selamat mencoba menghitung material konstruksi baja di proyek anda masing-masing. Terima kasih.
 

 

Rabu, 03 Juli 2013

Mengenal Lebih Dekat Pipa PVC

Pengertian Pipa PVC
Pipa PVC (PolyVinyl Chloride) merupakan polier termoplastik urutan ketiga dalam hal jumlah pemakaian di dunia, setelah polietilena dan polipropilena. Pipa PVC pada umumnya digunakan sebagai saluran air dalam suatu proyek perumahan atau gedung atau jalan dll. Pipa PVC ini sifatnya keras, ringan, dan kuat. Karena penginstalannya mudah, maka sangatlah ideal jika digunakan untuk saluran dibawah zink dapur, kamar mandi, dll. Bahkan penggunaan pipa PVC ini dapat bekerja lebih baik daripada menggunakan pipa besi yang perlu disolder, juga tahan terhadap hampir semua alkalin atau zat beracun serta mudah dipasang.

Proses Produksi Pipa PVC
Pipa PVC diproduksi dengan cara polimerisasi monomer vinil klorida (CH2=CHCl). Karena 57% massanya adalah klor,  PVC adalah polimer yang menggunakan bahan baku minyak bumi terendah di antara polimer lainnya. Proses produksi yang dipakai pada umumnya adalah polimerisasi suspensi. Pada proses ini, monomer vinil klorida dan air diintroduksi ke reaktor polimerisasi dan inisiator polimerisasi, bersama bahan kimia tambahan untuk menginisiasi reaksi. Kandungan pada wadah reaksi terus-menerus dicampur untuk mempertahankan suspensi dan memastikan keseragaman ukuran partikel resin PVC. Reaksinya adalah eksotermik, dan membutuhkan mekanisme pendinginan untuk mempertahankan reaktor pada temperatur yang dibutuhkan. Karena volume berkontraksi selama reaksi (PVC lebih padat dari pada monomer vinil klorida), air secara kontinu ditambah ke campuran untuk mempertahankan suspensi. Ketika reaksi sudah selesai, hasilnya, cairan PVC, harus dipisahkan dari kelebihan monomer vinil klorida yang akan dipakai lagi untuk reaksi berikutnya. Lalu cairan PVC yang sudah jadi akan disentrifugasi untuk memisahkan kelebihan air. Cairan lalu dikeringkan dengan udara panas dan dihasilkan butiran PVC. Pada operasi normal, kelebihan monomer vinil klorida pada PVC hanya sebesar kurang dari 1PPM. 

Proses produksi lainnya, seperti suspensi mikro dan polimerisasi emulsi, menghasilkan PVC dengan butiran yang berukuran lebih kecil, dengan sedikit perbedaan sifat dan juga perbedaan aplikasinya. Produk proses polimerisasi adalah PVC murni. Sebelum PVC menjadi produk akhir, biasanya membutuhkan konversi dengan menambahkan heat stabilizer, UV stabilizer, pelumas, plasticizer, bahan penolong proses, pengatur termal, pengisi, bahan penahan api, biosida, bahan pengembang, dan pigmen pilihan.

Kelas Pipa PVC
Pipa PVC standar SNI 06-0084-2002/ISO 4422  yang digunakan pada proyek-proyek pemerintah (PU dan PDAM) terdiri atas beberapa kelas, yaitu :
  1. Pipa kelas S-6.3, yaitu pipa PVC yang memiliki ukuran 1/2" sampai 16". Untuk pipa ukuran 1/2" sampai 2" dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 16 bar. untuk pipa ukuran 2,5" sampai 16" dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 20 bar.
  2. Pipa kelas S-8, yaitu pipa PVC yang memiliki ukuran 3/4" sampai 20". Untuk pipa ukuran 3/4" sampai 2" dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 12,5 bar. untuk pipa ukuran 2,5" sampai 20" dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 16 bar.
  3. Pipa kelas S-10, yaitu pipa PVC yang memiliki ukuran 1" sampai 24". Untuk pipa ukuran 1" sampai 2" dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 10 bar. untuk pipa ukuran 2,5" sampai 24" dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 12,5 bar.
  4. Pipa kelas S-12,5, yaitu pipa PVC yang memiliki ukuran 1,25" sampai 24". Untuk pipa ukuran 1,25" sampai 2" dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 8 bar. untuk pipa ukuran 2,5" sampai 24" dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 10 bar.
  5. Pipa kelas S-16, yaitu pipa PVC yang memiliki ukuran 1,25" sampai 24". Untuk pipa ukuran 1,25" sampai 2" dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 6,3 bar. untuk pipa ukuran 2,5" sampai 24" dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 8 bar.
Pipa PVC standar JIS K6741-75 yang digunakan pada proyek-proyek gedung bertingkat, bandara dll, terdiri dari kelas VU dan VP, yaitu :
  1. Pipa kelas VU yaitu pipa yang dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 5 bar dan memiliki ukuran 1,5" sampai 14". Biasanya dipakai untuk pipa ventilasi.
  2. Pipa kelas VP yaitu pipa yang dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 10 bar dan memiliki ukuran 1/2" sampai 12". Biasanya dipakai untuk pipa instalasi air bersih, air kotor dan air bekas.
Pipa PVC di toko bahan bangunan biasanya terdiri dari kelas pipa AW, D dan C/OD, yaitu :
  1. Pipa kelas AW yaitu pipa yang dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 10 bar dan memiliki ukuran 1/2" sampai 12". Biasanya dipakai untuk instalasi pipa air bersih, instalasi air kotor dan air bekas.
  2. Pipa kelas D yaitu pipa yang dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 5 bar dan memiliki ukuran 1,25" sampai 12". Biasanya dipakai untuk pipa ventilasi.
  3. Pipa kelas C/OD yaitu pipa yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perlunya pelindung atau selubung untuk kabel listrik dan telekomunikasi atau untuk penyaluran air tanpa tekanan dan memiliki ukuran 5/8" sampai 4". 
Pipa PVC standar Telkom STEL - I - 008 terdiri dari pipa type I, type III dan type khusus.
  
Keuntungan Pipa PVC
PVC memiliki banyak keuntungan, yakni:
  1. Penginstalannya mudah.
  2. Tahan terhadap bahan kimia
  3. Sangat kuat
  4. Memiliki daya tahan korosi.
  5. Daya konduksi panas yang rendah
  6. Biaya instalasinya rendah
  7. Hampir bebas pemeliharaan (virtually free maintenance)
 Demikian dan terima kasih.....